Breaking News:

Berita Palembang

Operasi Ketupat Musi 6-17 Mei 2021, Polrestabes Palembang Kerahkan 465 Personel, 11 Pospam

Siapapun yang melintas di pos penyekatan dan tidak bisa mempertanggungjawabkan perjalanannya maka kami akan suruh putar balik kendaraannya.

TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Endro Aribowo menyampaiakan imbauan pada masyarakat terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2021 pada 6-17 Mei mendatang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Operasi Ketupat Musi 2021 berlangsung 6-17 Mei 2021 mendatang akan melibatkan 465 personel gabungan.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Endro Aribowo SIK mengatakan untuk total jumlah anggota yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Musi 2021 ada 465 personil.

“Terdiri dari 255 personel Polri, 150 personel terkait, seperti dari BKPB, PU, PLN, dari TNI 60 personel, Dishub Palembang, Dinkes Palembang, Satpol PP, Poluska dan Senkom,” kata Endro.

Setiap personel akan dibagi dan disebar di 11 pos baik pos pengamanan, pelayanan maupun penyekatan.

“Kita tahu bahwa setelah bulan Ramadan, berkumpul, makan bersama dengan keluarga merupakan momen yang membahagiakan buat semua pihak termasuk polisi juga sama tapi karena Covid 19 ini yang memang harus melakukan itu,” ujarnya.

Dia mencontohkan negara India yang sekarang sedang bekerja keras dimana awalnya kasus Covid 19 landai kemudian ada kegiatan keagamaan yang akhirnya membuat kasus Covid 19 naik secara signifikan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat mari kita patuhi program dan kebijakan pemerintah ini, dimana kita tidak perlu mudik tahun ini tetap melakukan ibadah puasa dengan tenang kemudian merayakan Idul Fitri dari rumah masing masing, untuk silahturahmi bisa menggunakan video call. Mari kita turut serta menjaga dari penularan Covid 19," jelasnya.

Dia mengatakan sanksi akan diberikan kepada masyarakat yang nekat melintas namun tidak bisa mempertanggungjawabkan perjalanannya dengan dibuktikan syarat syarat seperti bukti PCR atau Swab, antigen atau surat jalan untuk bertugas.

“Sanksi ini kalau untuk di penyekatan, nantinya siapapun yang melintas di pos penyekatan dan tidak bisa mempertanggungjawabkan perjalanannya dibuktikan dengan surat-surat yang diminta maka kami akan suruh putar balik kendaraannya,” tutupnya. 

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved