Breaking News:

Update Harga Karet Sumsel

Harga Karet Sumsel di Penghujung Bulan April 2021 Terus Mengalami Kenaikan

Di Penghujung Bulan April 2021, Harga karet di Sumsel terus mengalami kenaikan. Tren naik itu sudah berlangsung tiga hari terakhir.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Petani Karet di Lubuklinggau sedang menyadap Karet. Di Penghujung Bulan April 2021, Harga karet di Sumsel terus mengalami kenaikan. Tren naik itu sudah berlangsung tiga hari terakhir. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mulai kembali naik, setidaknya sudah tiga hari berturut-turut naik.

"Untuk indikasi harga karet hari ini naik Rp 61 per kg dibandingkan indikasi karet hari Kamis 29 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Jumat (29/4/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 29 April 2021 Rp 20.610 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Jumat (30/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 20.671 per kg, artinya ada kenaikan Rp 61 per kg dibandingkan harga hari Kamis.

Baca juga: Pertengahan Bulan Puasa, Harga Jual Karet Harian di Empat Lawang Turun Lagi

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.470 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.403 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.336 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.268 per kg.

Menurut Rudi, kenaikan harga karet Sicom ditopang oleh posisi penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Lalu juga pergerakan kuat harga minyak mentah di bursa berjangka global. 

Selain itu peningkatan demand karet global menambah kekuatan harga karet di bursa Singapore Commodity, dimana permintaan impor karet Cina cukup besar dibandingkan tahun lalu periode yang sama.

"Hal ini kita harapkan dapat bertahan dan bahkan terus meningkat jika tidak diganggu oleh merebaknya Covid-19 di beberapa negara," katanya.

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Baca juga: Pengaruh Harga Minyak Mentah Dunia Terhadap Harga Karet Sumsel, Ini Penjelasannya

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

"Karet KKK 100 persen ditingkat petani tidak ada dan tidak bisa, hanya olahan pabrik yang bisa sampai KKK 100 persen. Sedangkan karet bulanan di tingkat petani berkisar di KKK 65-70 persen," katanya.

Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumsel makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan, sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 279 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. 

"Untuk target di tahun 2022 kita naikkan dari 50 UPPB baru menjadi 75 UPPB, walaupun dengan anggaran yang semakin kecil dibandingkan dengan ketersediaan anggaran di Tahun 2021," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved