Breaking News:

Hakim Vonis 15 Tahun Penjara Ayah dan Anak Pembunuh Polisi di Empat Lawang

Sidang majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mahartha Noerdiansyah

net
Ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Sidang majelis Hakim Pengadilan Negeri Lahat yang dipimpin oleh Hakim Ketua Mahartha Noerdiansyah memutuskan hukuman 15 tahun penjara terhadap dua terdakwa pelaku pembunuhan Bripka Adhi Pradana Tiranda, anggota Polrestabes Bekasi yang tewas di Empat Lawang September 2020 lalu.

Adapun sebelumnya kedua tersangka yakni Widodo dan Recca dituntut oleh Jaksa penuntut umum dengan hukuman penjara seumur hidup.

Atas putusan hakim ini pihak keuarga korban merasa kecewa jauh dari tuntutan JPU sebelumnya, yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara seumur hidup.

Adik dari almarhum, Bobby sangat menyesalkan keputusan Hakim yang dimana menuritmya sangat tidak mencerminkan rasa keadilan untuk keluarga yang ditinggalkan. Bobby berharap Jaksa penuntut umum akan mengajukan banding.

"Saya mewakili keluarga merasa tidak puas atas keputusan Majelis Hakim karena perbuatan kedua terdakwa dengan membunuh kakak kami sungguh biadab, Dimana kedua tersangka juga hingga detik ini tidak mau mengakui bahkan tidak ada rasa penyesalan sama sekali, menurut kami kedua tersangka lebih pantas dihukum mati karena perbuatan mereka sudah terencana dan bahkan didalangi oleh oknum anggota mafia tanah," ungkapnya setelah mengetahui putusan Hakim, Kamis (29/04/2021).

Bobby juga menambahkan Pengadilan Negeri Lahat tidak bijak memutuskan perkara ini, karena tidak ada hal yang sejauh ini dapat memberi keringanan untuk kedua terdakwa. Selain itu dia juga berpedapat ada campur tangan lain atas keringan yang didaat terdakwa.

"Kami tidak melihat hal apa yang menjadi dasar pertimbangan Hakim untuk meringkan kedua terdakwa, kami meduga ini ada campur tangan mafia tanah yang membantu dalam perkara ini sehingga ada keringanan hukuman", sambung Bobby.

Sementara itu Kakak Almarhum Afsistaliana juga menyesalkan putusan Hakim, dan sependapat dengan adiknya Bobby.

"Tidak ada hal yang meringankan kedua terdakwa dan merasa janggal dengan keputusan Hakim tersebut", Katanya melalui sambungan telepon.

Selain itu berdasarkan penuturan pihak keluarga yang ada di kantor Kejari Empat Lawang, pihak hakim tidak bisa ditemui, dimana pihaknya sempat berinisiatif untuk menemui Hakim secara langsung di pengadilan Lahat. Akan tetapi Hakim tidak ada di tempat dan disebutkan sedang ada di Tebing Tinggi, Empat Lawang. Akan tetapi disisi lain saat pihak keluarga akan menemui Hakim di Empat Lawang pihak terkait juga tidak ada di tempat.

Diberitakan sebelumnya Bripkha Adhi Perdana Tiranda tewas setelah ditusuk dan dikeroyok oleh Widodo dan Reca yang merupakan ayah dan anak serta dua tersangka lainnya Riko dan Royko.

Dimana pengeroyokan yang berujung pada tewasnya Adhi Perdana ini terjadi di desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang, Rabu (02/09/2020).

Awalnya Adhi Perdana mendatangi rumah tersangka dengan maksud ingin menyelesaikan masalah sengketa tanah diantara keduanya.

Setelah mendapat tusukan sebanyak 5 kali nyawa Adhi Perdana tidak bisa ditolong lagi, walaupun sudah dibawa ke RSUD Tebing Tinggi untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Penulis: Sahri Romadhon
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved