Breaking News:

Larangan Mudik

Halau Pemudik, Satlantas Polres OI Dirikan Empat Posko Penyekatan, Dua Exit Tol Diawasi Petugas

Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik

AGUNG
Seorang petugas Satlantas Polres Ogan Ilir berdiri dengan memegang papan bicara mengenai larangan mudik di wilayah Timbangan, Indralaya Utara. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah mulai 6 sampai 17 Mei mendatang, Polres Ogan Ilir mendirikan posko penyekatan di empat titik.

Keempat posko penyekatan, diantaranya didirikan di wilayah Lorok, Indralaya Utara dan Tanjung Raja.

Dua posko lainnya didirikan di exit Tol Palembang-Indralaya (Palindra) di Indralaya dan exit Kayuagung-Palembang di Pemulutan.

"Posko-posko penyekatan ini didirikan di daerah dekat perbatasan Ogan Ilir dengan Palembang, Muaraenim dan Ogan Komering Ilir," kata Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kasat Lantas, AKP Sutrisman, Kamis (29/4/2021).

Keempat posko ini mulai berfungsi pada tanggal 6 Mei mendatang.

Sutrisman menjelaskan, ada ratusan gabungan personil terdiri dari lima regu yakni TNI, Polri, Dishub, Dinkes dan Pol PP yang ditempatkan di setiap posko.

"Setiap posko akan dijaga oleh lima regu masing-masing beranggotakan sembilan orang," jelas Sutrisman.

Nantinya, posko penyekatan akan dijaga oleh personil TNI-Polri dan petugas instansi samping lainnya selama 24 jam.

Bagi pemudik antarwilayah dalam Sumatera Selatan, akan diminta Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari instansi masing-masing.

"Misalnya TNI, Polri, PNS, harus menunjukkan SIKM dari institusi maupun instansi masing-masing. Begitu juga dengan pegawai swasta," terang Sutrisman.

Untuk warga sipil, harus menunjukkan surat keterangan nonreaktif rapid test.

"Jadi betul-betul ada penyekatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," tegas Sutrisman.

Saat ini, Satlantas Polres Ogan Ilir terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik, apalagi jika tak ada keperluan sangat mendesak.

Puluhan personil ditempatkan di beberapa titik keramaian di Indralaya untuk menyosialisasikan tidak mudik.

"Kami juga tak hentinya mengajak masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan memakai masker walaupun saat berkendara," kata Sutrisman.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved