Breaking News:

Wawancara Eksklusif Tribun Sumsel

Ditanya Hukuman Mati, Inilah Jawaban Ateng Bandar Narkoba Tangga Buntung

Abdullah (40) dan Ahmad Fauzi alias Ateng (34), keduanya merupakan kakak adik ini sangat kompak menjalankan bisnis haramnya tersebut.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Kepala Newsroom Tribunsumsel dan Sripo Hj L Weny Ramdiastuti ketika mewawancarai dua bandar narkoba Tangga Buntung, Abdullah (40) dan Ahmad Fauzi (34) alias Ateng, Selasa (27/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dua kakak adik yang menjadi salah satu bandar besar di wilayah Tangga Buntung Palembang, akhirnya bisa diwawancarai Kepala Newsroom Tribunsumsel dan Sripo Hj L Weny Ramdiastuti, Selasa (27/4/2021).

Abdullah (40) dan Ahmad Fauzi alias Ateng (34), keduanya merupakan kakak adik ini sangat kompak menjalankan bisnis haramnya tersebut. Bahkan, keduanya kompak untuk saling mengisi barang haram tersebut.

Hal ini, terungkap saat Kepala Newsroom Tribunsumsel dan Sripo langsung berhadapan untuk bertanya kepada kedua bandar ini. Akan tetapi, untuk mengorek keterangan dari kakak adik ini tidak
semudah yang dibayangkan.

Kepala Newsroom Tribunsumsel dan Sripo yang sudah kaya akan pengalaman, terus memancing dengan pertanyaan yang menyentuh agar mereka bisa buka suara. Ternyata, keduanya malah tetap tidak banyak bicara bahkan terkesan tidak ada penyesalan.

"Untuk kebutuhan sehari-hari, dulu jadi bangunan. Karena ingin mencari lebih, terpaksa menjalani saja. Tidak pakai modal," ujar Abdullah ketika menjawab pertanyaan dari Weny.

Keterbatasan ekonomi dan ingin hidup senang tanpa harus bekerja keras, membuat Abdullah memutuskan untuk menjadi pengedar awalnya. Karena terus berkembang, bisnis narkoba akhirnya dilakoninya hingga menjadi salah satu bandar besar di Tangga Buntung.

Dari istri, anak dan orangtua yang tidak tahu hingga menjadi tahu bila dirinya menjadi bandar narkoba. Saat itulah, Abdullah hanya satu berkata kepada keluarganya untuk menjalani saja.

Sedangkan, adiknya Ahmad Fauzi alias Ateng mengaku menyesal. Namun, penyesalan yang diungkapkannya hanya sebatas di bibir saja. Hal tersebut terlihat, saat Weny menanyakan penyesalan yang diungkapkan tanpa ekspresi sama sekali.

"Anda bilang menyesal, tetapi sama sekali tidak ada terlihat wajah penyesalan. Bahkan, anda menatap saya begitu tajamnya. Seolah bagaimana," ungkap Weny kepada Ateng saat diwawancarai.

Ateng juga tidak banyak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Weny kepadanya. Kesan tertutup dan juga tidak ingin semuanya terbongkar, terlihat dari keduanya saat tanya jawab.

Weny juga menanyakan mengenai bayangan hukuman yang akan mereka terima. Sudah terbayang, hukuman minimal 20 tahun penjara bahkan bisa hukuman mati bisa mereka terima. Namun, keduanya terlihat santai menjawab pertanyaan Kepala Newsroom Tribunsumsel dan Sripo.

"Minta seringan-ringannya. Mau bertobat," kata keduanya santai di hadapan Weny.

Weny yang berhadapan langsung, sampai mengungkapkan bila apa yang mereka lakukan sudah sangat banyak merusak masyarakat bahkan generasi penerus bangsa. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat keduanya tersentak. Tetap dengan gaya mereka, yang terlihat santai sejak pertama kali diwawancarai.

Baca juga: Ateng Bandar Narkoba Tangga Buntung Berhasil Ditangkap, Kapolda Sumsel Ingatkan Bandar Lainnya

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved