Mestinya Banjir Rejeki Kini Malah Terancam Bangkrut, Larangan Mudik Bikin PO Bus Gigit Jari

Mestinya Banjir Rejeki Kini Malah Terancam Bangkrut, Larangan Mudik Bikin PO Bus Gigit Jari

Editor: Slamet Teguh
(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Penumpang tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Berdasarkan data Dishub Terminal Kampung Rambutan per tanggal 2 Januari 2021 jumlah penumpang bus yang tiba di Jakarta sebanyak 34.220 penumpang, sementara pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan sebanyak 15.059 penumpang. Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNSUMSEL.COM, BEKASI TIMUR - Pemerintah secara resmi telah melarang masyarakat untuk mudik lebaran.

Hal ini tak lepas karena masih terjadinya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah menerbitkan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 yang berlaku mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

Larangan mudik itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Addendum Surat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021).

Sedangkan, selama masa peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

PO Bus Gigit Jari

Pengurus PO Prima Jasa Terminal Induk Bekasi Mulyadi mengatakan, larangan mudik tentu saja memangkas pendapat para pelaku jasa transportasi angkutan jarak jauh.

"Kami kan hanya partner, pendapatan kami berdasarkan jumlah penumpang saat kami bekerja, kalau enggak narik ya enggak dapat apa-apa," kata Mulyadi di Terminal Induk Bekasi.

Dia menjelaskan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pendapatan PO Bus sudah pasti berdampak.

Terlebih turunnya minat masyarakat untuk berpergian keluar kota, imbas prosedur berbelit yang wajib dikantongi penumpang sebelum berangkat seperti atigen dan sebagainya.

Untuk menutup operasional, PO bus menaikan tarif. Prima Jasa di Terminal Induk Bekasi misalnya, penumpang dikenakan tarif Rp90.000 dari harga normal Rp60.000.

"Kami masih pakai harga tarif PSBB awalnya Rp60 ribu jadi Rp90 ribu karena untuk menutupi kekurangan kursi yang dikosongkan," tuturnya.

Ketika ditanya soal prediksi kenaikan tarif tahun ini, dia belum dapat memastikan karena adanya kebijakan larangan mudik.

"Pasti ada ya (kenaikan tarif), biasanya kan H-7 sampai H+7, masalahnya kan di hari itu ada larangan mudik. Jadi kami belum tahu apa nantinya dimajukan kenaikan harganya, atau seperti apa," paparnya.

Selama beroperasi, penumpang diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) seperti misalnya keterangan antigen, wajib masker dan kapasitas 50 persen.

Berkaca pada tahun lalu, operasional PO bus mati total dilarang beroperasi akibat kebijakan larangan mudik 2020.

Bus yang kedapatan membawa penumpang terkena penyekatan di beberapa titik, mereka diarahkan untuk berputar balik.

"Di Cikarang dan Karawang, biasanya perbatasan Cikopo juga ada. Di setiap perbatasan ada penjagaan (tahun lalu)," tuturnya.

Baca juga: Breaking News: Kakek  70 Tahun Ditemukan Tewas dalam Kamar Rumahnya di Rumah Susun

Baca juga: Diperpanjang, Larangan Mudik 2021 Mulai Berlaku 22 April-24 Mei 2021, Berikut Aturan & Ketentuannya

Baca juga: Mengintip Kekayaan dan Profil Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang Terseret Kasus Suap Penyidik KPK

Minta Kelonggaran

Pelaku Perusahaan Otobus (PO) Terminal Induk Bekasi meminta kelonggaran terkait, kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Mulyadi Pengurus PO Prima Jasa Terminal Induk Bekasi mengatakan, momentum mudik lebaran merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu para pelaku jasa transportasi jarak jauh.

"Kami berharap kepada pemerintah agar ada kelonggaran bagi kami, karena memang selama ini kami memunggu momen hari raya Idulfitri," kata Mulyadi, Kamis (22/4/2021).

Pelaku jasa transportasi jarak jauh sehari-hari memang melayani penumpang walaupun, jumlahnya tidak seberapa.

Momentum mudik lebar merupakan fase di mana, pelaku usaha mendulang omzet besar untuk kelangsungan usaha.

"Di saat itu lah (momentum mudik lebaran) kami bisa mengais rezeki. Ada larangan operasi ini kami terpukul sekali," ucapnya.

Dia berharap, pelayanan penumpang di momentum mudik lebaran tetap bisa dilakukan tanpa ada penyekatan atau larangan yang sifatnya menutup operasional.

"Kami harap tetap bisa melayani pemumpang sambil melaksanakan protokol kesehatan dan pengurangan kapasitas penumpang," terangnya.

Belum Ada Lonjakan Penumpang

Lonjakan penumpang belum nampak terlihat di Terminal Induk Bekasi memasuki jadwal larang mudik yang berlaku pada, Kamis 22 April 2021.

Pantauan TribunJakarta.com, suasana Terminal Induk Bekasi terlihat landai dengan aktivitas sejumlah penumpang dan bus hilik mudik.

Berdasarkan data Terminal Induk Bekasi, jumlah penumpang periode Senin (19/4/2021) sebanyak 600 orang dengan armada keberangkatan 117 bus.

Selanjutnya pada Selasa (20/4/2021) jumlah penumpang sebanyak 581 orang dengan armada keberangkatan 106 bus.

Lalu pada Rabu (21/4/2021) kemarin, jumlah penumpang yang sebanyak 660 orang dengan total armada keberangkatan sebanyak 122 bus.

Mulyadi Pengurus Perusahaan Otobus (PO) Primajasa Terminal Induk Bekasi mengatakan, lonjakan penumpang sejauh ini belum begitu terlihat.

"Belum ada lonjakan penumpang, justru mengalami penurunan dibandingkan awal puasa kemarin," kata Mulyadi, Kamis (22/4/2021).

Mulyadi mengaku, belum mendapatkan informasi secara detail terkait kebijakan larangan mudik yang sudah berlakukan per hari ini.

"Saat ini kami belum dapat informasi dari perusahaan ada perpanjangan larangan mudik, kami tahunya sementara (larangan mudik) masih di tanggal 6 sampai 17 Mei 2021," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Lebaran Harusnya Banjir Rejeki, Larangan Mudik Bikin PO Bus Gigit Jari.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved