'Narasi Tanpa Aksi, Itu Tong Kosong' PDIP Serang Anies Baswedan Usai Pidatonya Dipuji Sekjen PBB
'Narasi Tanpa Aksi, Itu Tong Kosong' PDIP Serang Anies Baswedan Usai Pidatonya Dipuji Sekjen PBB
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNSUMSEL.COM, GAMBIR - Hubungan PDIP Perjuangan dan Anies Basweadan tampaknya makin memanas.
Hal itu tak lepas usai Politisi PDIP Gilbert Simanjuntak menanggapi dingin pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam forum virtual bertajuk 'Dialogue Between C40 Mayors and UN Secretary General-Advancing Carbon Neutrality and Resilent Recovery for Cities and Nations.
Dalam pidatonya, Anies memberi terobosan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi masalah perubahan iklim yang kini menjadi masalah global.
Saran dari Anies itu pun langsung disambut antusias oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Gutteres yang turut hadir dalam forum tersebut.
Gilbert menilai, pidato itu hanya sekedar narasi lantaran belum diimplementasi dalam bentuk kebijakan di Jakarta.
"Kalau hanya narasi tanpa aksi, maka itu seperti tong kosong," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/4/2021).
Selama hampir empat tahun memimpin Jakarta, Gilbert menilai, Anies belum banyak membuat kebijakan untuk menekan emisi karbon di ibu kota.
Bahkan, Jakarta selalu masuk daftar 10 kota terpolusi di dunia versi AirVisual.com hingga 2019 lalu.
Kondisi udara di Jakarta agak membaik di 2020 lalu, dimana DKI berhasil keluar dari daftar 10 besar kota terpolusi di dunia.
Walau demikian, Gilbert menilai, keberhasilan DKI keluar dari daftar 10 besar kota terpolusi bukan hasil kerja keras Anies, melainkan imbas pandemi Covid-19.
"Apa yang menjadi topik dari diskusi tersebut adalah mengurangi emisi karbon dan dampak perubahan iklim. Saran yang diberikan bung Anies selayaknya diimplementasikan di Jakarta dan kenyataannya tidak dikerjakan," ujarnya.
"Kenyataan yang ada adalah emisi karbon berkurang di Jakarta karena Covid-19 atau pandemi," tambahnya menjelaskan.
Anggota Komisi B DPRD DKI ini membeberkan bukti tidak adanya terobosan yang dibuat Anies demi mengurangi emisi karbon di ibu kota.
Pertama, integrasi transportasi lewat program Jaklingko yang selama ini dibanggakan Anies masih jauh dari kata berhasil dan justru cenderung amburadul dalam pelaksanaannya.