Breaking News:

Perawat Dianiaya Keluarga Pasien

PPNI Sumsel Siapkan Tim Hukum Untuk Perawat Siloam yang Dianiaya

DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumsel, Subhan menegaskan akan mendampingi anggotanya yang menjaid korban penganiayaan.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Yohanes Tri Nugroho
TANGKAP LAYAR INSTAGRAM
Tangkapan layar seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya diduga oleh keluarga pasien, Kamis (15/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang perawat di Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya Palembang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Menanggapi hal tersebut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatra Selatan (Sumsel), Subhan mengatakan, bahwa sudah dilakukan visum dan dilaporkan ke Polrestabes Palembang.

"Dari hasil visum ada lecet di daerah muka. Sekarang korban masih dirawat di RS Siloam, karena ada keluhan pusing," kata Subhan saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (16/4/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, memang orang nggak mungkin langsung marah dan mukul, pasti ada sebabnya.  

Baca juga: Kronologi Perawat RS Siloam Sriwijaya Dianiaya, Gegara Lepas Infus di Tangan Pasien

Nah itu yang sedang dipelajari, apakah sebabnya ada kelalain, kesalahan atau ketidaksopanan.

Kalau itu ranahnya kode etik keperawatan.

Menurutnya, terlepas dari apapun itu, ketika sudah melakukan pemukulan itu penganiaya.

Maka siapapun itu, mau perawat, dokter atau masyarakat umum ia nggak boleh melakukan kekerasan seperti itu. Karena sudah masuk unsur pidana.

"Selaku organisasi profesi dimana yang dipukul perawat maka kami akan memperjuangkan hak kita sebagai perawat. Dalam hal ini aman dalam bekerja," katanya.

Baca juga: Perawat RS Siloam Dipukuli, Ternyata Pelaku Juga Banting Handphone yang Rekam Kejadian

Maka sikap dari PPNI Sumsel akan mendampingi, akan melindungi kawan-kawan, apapun konsekuensinya.

Kalau uda berhubungan dengan rana hukum artinya akan disiapkan tim hukum. 

"Jadi kami akan mendampingi apapun upaya yang dilakukan sampai upaya hukum, hingga masalah ini selesai. Kami akan mendukung upaya lanjut, karena kami tidak mau anggota kami dianiaya," tegasnya.

Menurut Subhan, selama ia menjabat sebagai Ketua PPNI Sumsel, sejak 2016 baru kali ini ada kejadian seperti ini. Memang pernah ada di daerah, tapi itu tidak seperti ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved