Breaking News:

Ketum PAN, Zulkifli Hasan Tak Setuju Dengan Dibentuk Poros Islam Untuk Pemilu 2024 'Harus Dihindari'

Ketum PAN, Zulkifli Hasan Tak Setuju Dengan Dibentuknya Poros Islam Untuk Pemilu 2024

Editor: Slamet Teguh
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan saat Rakernas II dan Silatnas PAN di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Minggu (29/5/2016). Rakernas PAN membahas Pilkada Serentak 2017 serta membahas isu-isu kesejahteraan masyarakat seperti kejahatan seksual yang sedang menjadi sorotan publik. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan ternyata tak setuju dengan dibentuknya poros islam untuk Pemilu 2024 mendatang,

Belakang ini, isu tentang dibentuknya wacana poros Islam untuk Pemilu 2024 mengemuka belakangan ini.

Menurutnya, wacana tersebut berpotensi memperkuat politik aliran di Tanah Air.

"PAN melihat justru ini akan memperkuat politik aliran di negara kita. Sesuatu yang harus kita hindari. Semua pihak harus berjuang untuk kebaikan dan kepentingan semua golongan," katanya kepada wartawan, Kamis (15/4/2021).

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyebut, wacana poros Islam untuk Pemilu 2024 merupakan kontraproduktif dengan upaya rekonsiliasi nasional pasca-pemilu 2019.

Zulhas mengingatkan, saat Pilpres 2019 lalu begitu kuat menggunakan sentimen SARA dan politik aliran serta politik identitas.

Baca juga: Tangis Haru Sabrina, Istri Tukang Ojek yang Tewas Ditembak KKB, Ternyata Baru 4 Hari Tiba di Papua

Baca juga: Kisah Seorang Nasabah yang Kehilangan Uang Rp 467 Juta Karena Kartu ATMnya Terganjal di Mesin ATM

Baca juga: Bupati Banyuasin Askolani Ikuti Audensi dengan Ketua KPK

Menurutnya, luka dan trauma yang ditimbulkan oleh ketegangan dan tarik menarik itu masih terasa hingga saat ini.

"Rakyat masih terbelah, meskipun elite cepat saja bersatu. Buktinya capres dan cawapres yang menjadi lawan dari pasangan pemenang kini sudah bergabung," ujarnya.

PAN, lanjut Zulhas, saat ini sedang memperjuangkan dan memperkuat politik gagasan, yaitu politik yang mengedepankan konsep dan program.

Menurutnya, saat ini semua pihak berpikir untuk kesejahteraan rakyat, mewujudkan ide kesetaraan, merumuskan gagasan tentang kedaulatan.

"Gagasan PAN tentang Islam adalah Islam substansial, Islam tengah atau wasathiyah, ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam bahasa Buya Hamka, Islam garam, bukan Islam gincu," pungkas Wakil Ketua MPR RI itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Zulhas Soal Wacana Koalisi Partai Islam: Harus Kita Hindari.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved