Breaking News:

Update Harga Karet Sumsel

Harga Karet Kering Berangsur-angsur Naik, Kembali Tembus Rp Rp 20.094

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mulai beranjak naik.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
Update Harga Karet Hari ini. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen mulai beranjak naik.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 211 per kg dibandingkan indikasi karet hari Kamis 15 April untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Jumat (16/4/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 15 April 2021 Rp 19.883 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Jumat (16/4/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 20.094 per kg, artinya ada kenaikan Rp 211 per kg dibandingkan harga hari Kamis.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 14.066 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.056 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.047 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.038 per kg.

Rudi menjelaskan, penurunan harga karet beberapa waktu lalu terjadi akibat turunnya harga minyak, tertahan oleh laporan Asosiasi Negara Produsen Karet Alam (ANRPC) yang menyebutkan pasokan global sedang terganggu oleh musim gugur daun normal yang terjadi dibagian utara khatulistiwa yaitu Thailand, Vietnam dan Malaysia serta sebagian provinsi di Indonesia 

"Sementara di Thailand sendiri masih kesulitan tenaga kerja penyadap yang berasal dari Myanmar. Dengan kondisi adanya penurunan pasokan, kesulitan tenaga kerja penyadap dan ketatnya pasokan maka harga karet bergerak naik," jelasnya.

Menurutnya, kondisi ini dapat saja berubah akibat kekhawatiran berkurangnya demand global oleh kenaikan kasus terinfeksi virus corona di beberapa negara konsumen besar seperti India, Jepang, Korea Selatan dan juga Eropa.

"Ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved