Ramadhan 2021

Doa Buka Puasa Ramadhan 2021 Sesuai Sunnah Latin, Arab dan Terjemahan

Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah Latin, Arab dan Terjemahan, Hari ini Selasa, 13 April 2021 merupakan hari pertama umat muslim menjalankan ibadah

Tayang:
Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
tribunsumsel.com/khoiril
Doa Buka Puasa Ramadhan 2021 Sesuai Sunnah Latin, Arab dan Terjemahan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut ini doa buka puasa Ramadhan sesuai sunnah.

Hari ini Selasa, 13 April 2021 merupakan hari pertama umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Berpuasa mulai dari saat sebelum matahari terbut hingga waktu fajat.

Pada waktu fatar adzan Magrib, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa buka puasa lebih dulu

Doa Kamilin, Doa Setelah Tarawih dan Witir Pendek Latin, Arab dan Terjemahan Indonesia

Baca juga: Doa Niat Mandi Besar Menjelang Puasa Ramadhan dan Tata Cara Mandi Besar Ramadhan 1442 H/2021

Bacaan Berbuka Puasa

Selain itu, sebelum berbuka puasa, umat Muslim juga harus membaca doa berbuka puasa, sebagai berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Adapun doa yang bisa dibaca.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Nabi Saw ketika berbuka puasa, beliau membaca: Dzahabaz dzama-u, Wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, Insyaa Allah

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, Insya Allah."

Baca juga: Kumpulkan Koin Snack Video dengan Cepat, Event Undang Teman Rp 15 Juta, Nilai Tukar Koin Snack Video

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

Dikutip dari Buku Panduan Praktis Islami, berikut adalah hal-hal yang membatalkan puasa:

1. Makan, minum serta merokok

2. Melakukan hubungan seksual suami istri

3. Muntah dengan sengaja

4. Mengeluarkan mani dengan sengaja

Hal-Hal yang Harus Dijauhi Selama Berpuasa

1. Berkumur atau istinsyaq secara berlebihan

2. Mencium istri di siang hari, jika tidak mampu menahan syahwat

3. Berbohong

4. Memfitnah

5. Berkata kotor

6. Membuat gaduh

7. Berkelahi

8. Mengganggu orang lain, serta perbuatan lain yang tidak sesuai dengan ajaran Islam

Hukum Puasa Ramadhan

1. Orang yang Wajib Berpuasa

Hukum Puasa Ramadhan adalah wajib bagi pemeluk agama Islam.

Wajib berarti harus dilakukan, yang apabila dilakukan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilakukan akan mendapatkan dosa.

Orang yang diwajibkan berpuasa Ramadhan adalah semua muslimin dan muslimat yang mukallaf.

Seperti dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Ust. Syukron Maksum, hukum Puasa Ramadhan tertuang dalam Surat Al-Baqarah (2): 183 yang berbunyi:

"Hai orang-orang yang beriman, diwajib kan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajib kan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." [QS. al-Baqarah (2): 183].

2. Orang yang Tidak Diwajibkan Berpuasa

Orang yang tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, dan wajib mengganti puasanya di luar bulan Ramadhan adalah perempuan yang mengalami haidl dan nifas di bulan Ramadlan.

Para ulama telah sepakat bahwa hukum nifas dalam hal puasa sama dengan haid.

"Aisyah r.a. berkata: Kami pernah kedatangan hal itu [haid], maka kami diperintahkan mengqadla puasa dan tidak diperintahkan mengqadla shalat." (HR. Muslim)

3. Orang yang Diberi Keringanan untuk Tidak Berpuasa

Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:

- Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.

- Orang yang sedang bepergian (musafir).

4. Orang yang Boleh Meninggalkan Puasa Diganti Fidyah

Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan fidyah 1 mud ( 0,6 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap hari.

- Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya.

- Orang yang sakit menahun.

- Perempuan hamil.

- Perempuan yang menyusui.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved