Breaking News:

Ramadhan 2021

Shaum dan Shiyam Artinya Apa? Apakah Beda dengan Puasa? Ini Penjelasannya

Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 pada hari Rabu, 13 April 2021. Mulai besok, umat muslim menjalankan ibadah puasa atau shaum

Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com
Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 pada hari Rabu, 13 April 2021. Mulai besok, umat muslim menjalankan ibadah puasa. Ada juga orang yang menyebut ibadah shaum. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 pada hari Rabu, 13 April 2021. Mulai besok, umat muslim menjalankan ibadah puasa. Ada juga orang yang menyebut ibadah shaum.

Lantas apa beda shaum dan puasa? Ada juga yang menyebut shiyam? Ini penjelasannya.

Yuliandi, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Pangkalpinang dikutip dari babel.kemenag.go.id menjelaskan, dalam Alquran, puasa diungkapkan melalui dua lafaz, “Shaum” dan “Shiyam”.

Kedua lafaz tersebut sama-sama menunjukkan makna puasa dalam arti menahan (al-imsak). Abu Hilal Al-Askari dalam Al-Furuq Al-Lughawiyah menyatakan, bahwa setiap ibarat atau bentuk kata yang berbeda, pasti memiliki makna yang juga berbeda. Lalu, bagaimana perbedaan antara Shaum dan Shiyam dalam Al-Quran ?

Lafadz “Shaum” disebutkan satu kali, yaitu dalam surah Maryam ayat 26.

“Fa kuli wa syrabi wa qarri ‘aina, fa imma tarayinna min al-basyari ahadan fa quuli inni nadzartu li al-rahmani shauma, fa lan ukallima al-yauma insiyya”

Dalam ayat tersebut, para mufassir mengartikan shaum dengan al-shamt yang bermakna diam; tidak berkata dan menahan diri dari berkata. Hal tersebut dipertegas dengan kalimat setelahnya, fa lan ukallima al-yauma insiyya, Aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun hari ini.

Baca juga: Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Tarawih dan Witir di Bulan Ramadhan 1442 H dari Awal Hingga Akhir

Sedangkan lafaz Shiyam dalam Al-Quran disebutkan sembilan kali yang terdapat di dalam tujuh ayat. Yaitu dalam surah Al-Baqarah ayat 183, 187 dan 196, surah Al-Nisa ayat 92, surah Al-Maidah 89 dan 95, dan surah Al-Mujadalah ayat 4.

Seluruh kata Shiyam dalam ketujuh ayat tersebut bermakna puasa lebih spesifik secara fikih yaitu menahan dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, dari terbitnya fajar pada waktu Subuh yang disertai niat hingga terbenamnya matahari pada waktu Maghrib.

Sedangkan Shaum lebih umum, yaitu menahan diri dari segala perbuatan atau perkataan, baik karena berpuasa -sebagaimana dalam konteks fikih- atau tidak.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved