Breaking News:

Kodam II Cetak 500 Prajurit Tamtama Baru, Prada Diki Setiawan Jadi Lulusan Terbaik

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi memimpin upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama  Prajurit Karier TNI AD Gelombang II Tahun 2020

Istimewa
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi ketika menyematkan tanda kepangkatan terhadap prajurit yang baru dilantik. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kodam II Sriwijaya, mencetak atau baru melantik 500 prajurit tamtama baru.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi yang langsung memimpin upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama  Prajurit Karier TNI AD Gelombang II Tahun 2020 di Lapangan Sudirman Secata Rindam II/Swj Puntang Lahat, Sabtu (10/4/2021) kemarin.

Sebanyak 500 prajurit Tamtama TNI AD yang baru dilantik ini, mendapat pangkat Prajurit Dua atau Prada.

Prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan ini, juga  diambil sumpah menurut agama dan kepercayaan masing-masing didampingi para rohaniwan, baik Islam, Katholik, Protestan dan Hindu.

Pangdam II Sriwijaya juga  penyematan tanda pangkat Prada dan menyerahkan ijazah kepada perwakilan prajurit Tamtama.

Selain itu Pangdam juga memberikan tanda penghargaan kepada mantan siswa lulusan terbaik.

Prada Diki Setiawan Nosis  333, Kelahiran Banyuasin, 1 September 2000, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Suprapto dan Kusrianti asal Pringsewu, Lampung Selatan.

Pangdam II Mayjen TNI Agus Suhardi menyampaikan selamat kepada para mantan prajurit yang sudah berhasil menyelesaikan pendidikan selama lima bulan lamanya.

"Prosesi pelantikan ini, sekaligus merupakan simbol perubahan status dari masyarakat sipil menjadi prajurit TNI AD. Sehingga membawa konsekuensi logis terhadap pola pikir, sikap dan tindakan sebagai prajurit," kata pangdam.

Jenderal bintang dua ini juga menegaskan kepada prajurit yang baru dilantik, bila telah diikat aturan hukum dan disiplin militer serta berbagai norma yang berlaku di lingkungan TNI AD mulai dari Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

Mayjen Agus juga meminta agar dilakukan evaluasi secara objektif sebagai langkah pembenahan terhadap sepuluh komponen pendidikan.

Hal ini, guna meningkatkan kualitas hasil didik terhadap prajueit di masa yang akan datang.

"Pelaksanaan Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II Tahun 2020 ini, tetap dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan. Selama pendidikan juga mengacu pada protokol kesehatan," pungasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved