Breaking News:

Berita Lubuklinggau

BPS Sebut Pengangguran di Lubuklinggau Tinggi, Wali Kota: Data Itu Menyedihkan

Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe meradang Kota Lubuklinggau disebut sebagai kota dengan tingkat pengangguran terbuka (TPK) tinggi di Sumsel

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe meradang Kota Lubuklinggau disebut sebagai kota dengan tingkat pengangguran terbuka (TPK) tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe meradang Kota Lubuklinggau disebut sebagai kota dengan tingkat pengangguran terbuka (TPK) tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan Hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lubuklinggau tahun 2020 lalu angka TPT di kota ini mencapai 7,41 persen dari 121.049 angkatan kerja kota ini.

"Data Itu sangat menyedihkan, saya tidak tahu itu kajian darimana saya meragukan data itu," kata wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini pada wartawan, Minggu (11/4/2021).

Ia menyampaikan, kedepan melalui Dinas terkait akan memerintahkan melakukan pendataan ulang dan kemungkinan hasilnya akan berbeda dari yang sudah dirilis oleh BPS.

"Tapi mungkin mereka (BPS) ada kajian lain, tapi kajian apa, sebab orang awam membacanya seolah-olah melihat angka (7,41 persen) itu gila tapi realitas dilapangan sangat beda," ungkapnya.

Baca juga: Disnaker Lubuklinggau Tak Terima Disebut BPS Kabupaten Angka Pengangguran Tertinggi

Menurutnya, secara secara logika bila penyebabnya karena pandemi, seluruh dunia juga mengalami, bila dikaitkan dengan Lubuklinggau hanya mengandalkan sektor jasa pasti semua ibu kota provinsi mengalami.

"Termasuk Palembang juga, pasti sektor jasanya merosot semua, tapi khusus Lubuklinggau realitas bisa kita lihat apa?," ujarnya.

Ia mengatakan, rumus sederhana yang bisa dilihat dan dipakai untuk kajian ini, pertama Lubuklinggau tidak pernah melakukan PSBB, lalu Lubuklinggau juga tidak pernah melakukan PPKM Mikro.

"Itu salah satu indikator, jadi kalau itu yang kita lakukan mungkin saja banyak pengnganguran di Lubuklinggau ini," ungkapnya.

Namun, realitas lapangan kerja di Kota Lubuklinggau sangat banyak, mulai dari menjamurnya caffe-caffe, pembukaan Pizza Hut, pembukaan rumah makan baru, belum lagi alfamart dan indomaret yang banyak menampung tenaga kerja.

"Sekarang bisa dilihat banyak cafe jumlahnya puluhan, pembukaan Pizza Hut, tenaga kerjanya hanya sedikit dari luar, selebihnya banyak masyarakat Lubuklinggau semua," ujarnya.

Baca juga: Panik Diteriaki, Dua Pelaku Jambret di Lubuklinggau Babak Belur Dihajar Massa 

Ia pun mengatakan sejauh ini tidak ada rumusnya banyak investasi tapi pengangguran tinggi, tapi biasanya munculnya investasi berbanding lurus dengan menurunnya jumlah penggangguran.

Untuk itu, Ia meminta kepada BPS Kota Lubuklinggau apabila hal-hal semacam itu ingin dipublikasikan, diharapkan untuk koordinasi lebih dahulu dengan pemerintah daerah setempat.

"Dikomunikasikan bagusnya, bukan kita tidak mau keterbukaan informasi, tapi jangan memberikan informasi yang malah membingungkan masyarakat," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved