Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Tiga Kasus Pembunuhan Sadis di Ogan Ilir Triwulan Pertama 2021, Ini Kata Pengamat Sosial

Dalam kurun waktu tiga bulan atau triwulan pertama tahun 2021, Polres Ogan Ilir mengungkap tiga kasus pembunuhan sadis di Ogan Ilir.

Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Sesosok mayat ditemukan di Desa Pulau Negara Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu (7/3/2021) siang. Diketahui korban merupakan seorang penjual kambing yang dibunuh oleh tiga orang, dua diantaranya adalah kakak ipar korban. Pembunuhan ini disebabkan motif persaingan usaha jual-beli beli kambing 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Polisi dalam kurun waktu tiga bulan atau triwulan pertama tahun ini, telah mengungkap tiga kasus pembunuhan sadis di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.

Artinya, sejauh ini rata-rata ada satu kasus pembunuhan terjadi di Ogan Ilir setiap bulannya.

Pembunuhan diantaranya dilakukan oleh orang dekat seperti tetangga dan bahkan keluarga sendiri.

Menyikapi hal ini, pengamat sosial dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed, mengatakan, faktor lingkungan dan ekonomi sangat berpengaruh pada gejolak di masyarakat termasuk tindakan kriminal seperti pembunuhan.

"Secara global, faktor-faktor mengapa masyarakat kita sangat mudah tersulut emosi. Diantaranya lingkungan dan ekonomi," kata Idi dihubungi TribunSumsel.com via telepon, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Pemkab OI Mulai Tarik Mobdin yang Belum Dikembalikan, Ada Mobil Land Cruiser

Faktor lingkungan yang dimaksud Idi yakni di mana seseorang yang hidup dalam suatu lingkungan yang keras, maka ia akan cenderung memiliki kebiasaan yang mengarah pada kekerasan.

"Lingkungan ini sangat berpengaruh," ujar Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Raden Fatah ini.

Apa yang disampaikan Idi ini berbanding lurus dengan kasus pembunuhan terhadap seorang pemuda 20 tahun bernama Iqbal di Desa Ulak Aurstanding, Kecamatan Pemulutan Selatan, Ogan Ilir, pada 25 Maret lalu.

Ia tewas ditusuk oleh seorang pria yang menyelipkan pisau di pinggangnya.

Kebiasaan pelaku dan sebagian masyarakat daerah setempat yang biasa menyelipkan pisau di pinggang.

Halaman
123
Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved