Breaking News:

Hingga Akhir Februari Progres PLTU Tanjung Lalang Capai 72,64 Persen

Per akhir Februari progres penyelesaian PLTU ini sudah mencapai 72,64 persen, dan saat ini sudah dalam tahap pemasangan mesin-mesin besar.

TRIBUN SUMSEL/IKA ANGGRAENI
Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam Tbk Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin saat mengecek salah satu kontruksi pembangunan proyek PLTU Tanjung Lalang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Progres penyelesaian PLTU Tanjung Lalang atau yang dikenal PLTU Sumsel 8 ditargetkan selesai tahun 2022 mendatang dan sudah beroperasi.

Hal ini dikatakan langsung Vice President Director (VPD) PT HBAP, Dodi Arsyad di hadapan Gubernur Sumsel,H Herman Deru dalam kunjungan ke PLTU Tanjung Lalang.

"Per akhir Februari progres penyelesaian PLTU ini sudah mencapai 72,64 persen, dan saat ini sudah dalam tahap pemasangan mesin-mesin besar dalam instalasi turbin," katanya, Minggu (13/3/2021)

Dijelaskan Dodi bahwa pihaknya optimis tahun depan,PLTU ini sudah bisa di operasikan.

"Invenstasi PLTU ini adalah 1.68 miliar US$, dengan kapasitas 2x600 megawatt yang dibangun oleh PT. Huadian Bukit Asam Power (HBAP), perusahaan konsorsium kerja sama antara PT. Bukit Asam dengan nilai saham sebanyak 45% dan dan China Huadian Corporation dengan nilai saham 55%," jelasnya.

Di lain pihak,Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru meminta meskipun PLTU tersebut bekerjasama dengan pihak asing. Namun, diharapkan pihak perusahaan tetap menggunakan dan mengangkat kearifan lokal sebagai ciri khas sumatera selatan.

"Saya minta nanti di pintu gerbang masuk dipasang Lambang Tanjak sebagai ciri khas provinsi Sumatera Selatan sehingga kearifan lokalpun bisa tetap terangkat,"katanya.

Kemudian lanjut Gubernur, pihaknya berharap PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia dengan luas 105 hektar ini nantinya akan mampu memenuhi pasokan listrik di Sumatera serta mendukung cadangan listrik Jawa dan Bali.

"Sehingga Sumsel bisa menjadi Lumbung Energi Nasional, selain itu Progres PLTU yang telah mencapai progres 72% ini akan menjadi kebanggaan bagi Sumsel dan pada waktunya nanti sesudah perjanjian konsorsium berakhir, maka seluruh aset PLTU akan menjadi milik Sumsel melalui pengelolaan PTBA,"katanya.

Ia juga berharap agar semua pihak mensuport penyelesaian PLTU tersebut sehingga target 2022 mendatang PLTU tersebut sudah bisa memproduksi listrik bisa tercapai.

Halaman
12
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved