Breaking News:

Berita OKI

Dinas PMD Sumsel Melakukan Pembinaan Pencegahan Karhutlah di Kecamatan Pangkalan Lampam OKI

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumsel Melakukan Pembinaan Pengendalian Karhutlah di Kecamatan Pangkalan Lampam OKI.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumsel
Dinas PMD Sumsel Melakukan Pembinaan Pencegahan Karhutlah kepada aparatur pemerintah desa dalam rangka fasilitasi pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun anggaran 2021, berlangsung di kantor Kecamatan Pangkalan Lampam, Rabu (7/4/2021) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kegiatan pembinaan aparatur pemerintah desa dalam rangka fasilitasi pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun anggaran 2021, berlangsung di kantor Kecamatan Pangkalan Lampam, Rabu (7/4/2021) siang.

Pada kesempatan ini, acara sosialisai dihadiri Dandim 0402 OKI,Letkol CZI Zamroni, Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, Kapolsek Pangkalan Lampam, Ilham Parlindungan, Perwakilan Polres OKI, Febriadi Sugiarto SH serta 25 kepala desa di Kecamatan Pangkalan Lampam dan Pampangan.

Acara dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) provinsi Sumsel H. Wilson, S.Sos melalui Kabid Pembangunan Kawasan Pedesaan Efa Yuliana, S.I.P.

Menurut Efa, di tahun 2021 ini Kabupaten OKI menjadi titik fokus pembinaan dalam rangka pencegahan dan pengendalian karhutlah yang diselenggarakan PMD Provinsi Sumsel.

"Pembinaan sengaja kita lakukan di Kecamatan Pangkalan Lampam karena menjadi titik tertinggi kawasan rawan karhutlah yang ada di Sumsel," bebernya.

Dikatakan lebih lanjut, sosialisasi ini memiliki tujuan yang jelas agar ke depannya dapat menjalin hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

"Salah satu caranya dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya karhutlah, serta akibat yang di timbulkan bagi kehidupan manusia dan berperan penting bersama semua pihak dan stakeholder terkait," jelasnya.

Pihaknya berharap melalui kerjasama ini, seluruh instansi terkait baik di Kecamatan Pangkalan Lampam dan Pampangan dapat berperan maksimal sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi masing-masing.

"Dengan kerjasama yang kompak maka akan mampu meminimalisir munculnya titik api, khususnya di wilayah rawan karhutlah dari asap kebakaran hutan dan lahan," papar Efa.Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dinas PMD Kabupaten OKI, H. Nursula S.Sos mengatakan demi tercapainya penanganan yang maksimal, desa rawan karhutlah dapat membuat anggaran khusus melalui APBDes.

"Sejak tahun lalu kita sudah menghimbau pemerintah desa membuat peganggaran melalui APBDes untuk membeli peralatan pemadam kebakaran. Hal tersebut demi upaya pencegahan karhutlah di masing-masing desanya," kata Nursula.

"Selain itu, dari total 314 desa di OKI, kami sudah membentuk Relawan Peduli Api (RPA) di 62 desa yang masuk lokasi rawan kebakaran. Terbanyak berada di Kecamatan Pangkalan Lampam dan Pampangan," tambah, kepala dinas perempuan tersebut.

Sementara itu, Dandim 0402 OKI, Letkol CZI Zamroni sedikit menjelaskan agar masyarakat dan perangkat desa dapat  mengutamakan pencegahan.

"Saya mengharapkan kepala desa untuk lebih aktif mensosialisasikan kepada masyarakatnya untuk menghindari membuka lahan dengan cara dibakar. Karena selain dapat terjerat hukum hal tersebut juga membawa dampak buruk bagi masyarakat luas," ujar Dandim.

Ditegaskannya juga, bahwa tugas dan tanggung jawab besar bertumpu dari desa demi terciptanya Bumi Bende Seguguk yang bebas dari hotspot kebakaran.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved