Breaking News:

20 Juta Orang Indonesia Menderita Diabetes tapi Tidak Menyadarinya, Ini Cara Mencegahnya

Diabetes dan obesitas masih menjadi masalah umum penyakit yang terjadi di tanah air. Keduanya berkaitan erat satu sama lainnya.

ISTIMEWA
Kegiatan diabetes online festival yang digelar Tropicana memperingati hari kesehatan dunia, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Diabetes dan obesitas masih menjadi masalah umum penyakit yang terjadi di tanah air. Keduanya berkaitan erat satu sama lainnya.

Staff Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes, Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI, dr Dicky Tahapary, Ph.D., SpPD-KEMD mengatakan 10 persen penduduk Indonesia menderita diabetes atau 20 juta penduduk Indonesia mengalami diabetes saat ini.

Artinya satu dari 10 orang dewasa Indonesia menderita diabetes dan terbanyak adalah usia muda. Sayangnya mereka bahkan tidak menyadari jika mereka menderita diabetes karena hanya 30 persen yang sadar menderita diabetes.

Hal ini menunjukkan bahwa diabetes masih menjadi penyakit terbanyak diderita masyarakat. dr Dicky mengatakan, satu dari tiga orang Indonesia bahkan menderita obesitas. Hal ini tidak bisa dianggap remeh dan harus dicegah sebelum terlambat.

Salah satu upaya mencegahnya yakni dengan menerapkan olahraga rutin. Sayangnya perubahan iklim menjadi salah satu alasan masyarakat ogah berolahraga karena cuaca tidak menentu. Sebenar hujan, sebentar panas dan panas sangat terik. 

"Tidak ada alasan tidak olahraga karena olahraga bisa dilakukan di dalam ruangan dan banyak referensi cara olahraga yang bisa didapat melalui sejumlah media sosial hingga YouTube yang mengajarkan olahraga di rumah saja," ujar dr Dicky disela kegiatan diabetes online festival, Rabu (7/4/2021).

Dr Dicky mengatakan, olahraga harus konsisten dilakukan dan luangkan waktu melakukannya. Jangan mencari waktu sisa yang kosong dan sibuk dengan agenda lainnya. Sebab kondisi saat ini berbeda dengan dulu yang bekerja 8 jam sehari sehingga metabolisme tubuh lebih bagus jika sudah makan karena ada aktivitas fisik yang dilakukan.

Saat pandemi ini memaksa masyarakat di rumah saja, bekerja dari rumah melalui zoom dan lebih banyak duduk, sehingga pembakaran dalam tubuh dengan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh tidak seimbang sehingga menimbulkan obesitas dan diabetes.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan pola makan seimbang. Menurutnya memang sulit mencari makanan sehat saat ini di kota karena harganya lebih makan daripada makanan fast food. Makanan sehat juga erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi.

Hanya saja itu bukan alasan agar tetap menerpakan pola hidup sehat seimbang. Caranya mudah dengan membagi makanan menjadi tiga bagian porsi yakni satu bagian karbohidrat, satu bagian sayur dan buah dan satu bagian lainnya lauk pauk.

Co Founder Heystartic, Vania Santoso mengatakan makanan erat kaitannya dengan perubahan iklim. Karena mengkonsumsi buah dan sayur akan memperlambat pemanasan global. Berbeda dengan jika mengkonsumsi lebih banyak daging karena peternakan memberikan sumbangsih lebih banyak pada pemanasan global atau efek rumah kaca.

"Memilih banyak makan sayur memberikan banyak kontribusi pada jejak karbon di bumi, oleh sebab itu mengobati diabetes bukan cuma berkaitan dengan dari sendiri tapi juga erat kaitannya dengan lingkungan," ujar Vania.(tnf) 

 
 

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved