Pengakuan Terduga Teroris, Sebut Buat Bom Dari Infaq, Incar Pom Bensin dan Pipa Gas, Simpatisan FPI

Pengakuan Terduga Teroris, Sebut Buat Bom Dari Infaq, Incar Pom Bensin dan Pipa Gas, Simpatisan FPI

Editor: Slamet Teguh
Shutterstock
Ilustrasi Terorisme 

"Saya atas nama Andriawan alias Maliq, saya sebagai simpatisan FPI atau HRS. Saya tergabung dalam grup Yasin Walatif sejak penembakan 6 laskar FPI dan penangkapan HRS FPI pada bulan Januari 2021," ujarnya.

”Saya ikut ke rumah Haji Popon mengisi ilmu kebal agar tidak sakit untuk persiapan demonstrasi. Demikian pernyataan yang saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan darimanapun," tukas dia.

Selain Maliq, terduga teroris Nabil Aljufri juga ikut memberikan pengakuannya.

Dalam rekaman video yang juga beredar di kalangan awak media, Nabil mengungkapkan dirinya pertama kali terlibat dalam pembuatan bom aseton peroksida (TATP).

Awalnya, Nabil mengaku sebagai simpatisan FPI sejak 2019 lalu.

Ia kemudian bergabung dengan jamaah pengajian Yasin Walatif.

Jamaah tersebut mayoritasnya merupakan simpatisan FPI dan Habib Rizieq Shihab.

”Saya atas nama Nabil Aljufri selaku simpatisan FPI tahun 2019. Saya mengetahui rencana pembuatan bom yang direncanakan oleh Habib Husein Hasni dan kelompoknya yang merupakan anggota dan laskar FPI dan simpatisan FPI," kata Aljufri.

Nabil menjelaskan dirinya pernah diperlihatkan sebuah video uji coba pembakaran bahan peledak oleh terduga teroris lainnya bernama Bambang Setiono di rumahnya di Bandung.

Setelah itu ia menyetujui untuk mencari dukungan pembuatan bom di DPW FPI Kabupaten Bandung.

Dengan perhitungan dana pembuatan bom senilai Rp 500 ribu.

"Saya menyetujui mencari dukungan DPW Kabupaten Bandung atas nama Ustaz Budi Setiawan dan memberitahukan (pembuatan) bom dengan dana Rp 500 ribu," ungkap dia.

Baca juga: Kisah Sedih Seorang Ibu Saat Tahu Sang Menantu Adalah Anaknya yang Lama Hilang, Ciri ini Dikenali

Baca juga: BBM di Sumatera Utara Naik, Masyarakat Murka, Sebut Edy Rahmayadi Tak Patuh Presiden Jokowi

Baca juga: Tiga Produk Non Migas Ini Disebut Bisa Jadi Andalan Ekspor RI

Nabil mengatakan pihaknya telah mengincar lokasi yang akan menjadi titik peledakan bom aseton peroksida (TATP) yang dibuat kelompoknya.

Dua lokasi yang menjadi target adalah pom bensin Pertamina dan pipa gas Pengalengan.

"Sasaran peledakan yaitu pom bensin Pertamina milik China dan pipa gas pangalengan," kata Nabil.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved