Breaking News:

Said Didu Desak Pertamina Impor BBM Untuk Penuhi Produksi Kilang Balongan yang Terbakar

Said Didu Desak Pertamina Impor BBM Untuk Penuhi Produksi Kilang Balongan yang Terbakar

Editor: Slamet Teguh
TRIBUN CIREBON / Handhika Rahman
Langit Indramayu menyala merah akibat kebakaran di kilang minyak balongan, Senin (29/3/2021). Warga sekitar merasakan hawa panas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA – Kebakaran yang terjadi di Kilang Balongan membuat sejumlah tokoh berkomentar.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengatakan PT Pertamina (Persero) sudah seharusnya melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk menambah pasokan di Kilang Balongan yang ludes terbakar.

"Walaupun sudah impor tapi saya yakin harus menambah impor karena berkurangnya produksi kecuali surplus ini kan kurang. Kilang kita sekarang kurang lebih 800 ribu barel, konsumsi 1,6 juta barel," katanya saat webinar yang digelar Narasi Institute, Jumat (2/4/2021).

Di kondisi pandemi ini memang konsumsi menurun hanya 1,2 juta barel tapi artinya tetap harus impor untuk memenuhi kebutuhan 400-500 ribu barel per hari.

"Kalau berkurang 100 ribu barel saja sudah pasti harus nambah impor dong. Sebenarnya sederhana sekali pemikirannya," ucap Said Didu.

Dia mengatakan bahwa langkah impor BBM sudah tentu perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

"Kita juga tidak akan marah kok kalau impor kan karena kebakaran," tuturnya.

Said Didu menegaskan pernyataannya ini untuk membantah ucapan Direktur Eksekutif Indonesia Resourcess Study (IRESS), Marwan Batubara bahwa ada beberapa pakar yang menghubungkan kejadian kebakaran tangki balongan dengan importasi BBM.

Menurut Marwan, sebagaimana dijelaskan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada April tahun lalu di mana efisiensi dapat dicapai dengan mengurangi produksi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved