Berita Muratara

Bupati Muratara Minta Laporan Update Volume Air Sungai Rawas, Waspada Banjir 5 Kecamatan

Bupati Muratara, Devi Suhartoni meminta BPBD Muratara terus memonitori kondisi debit air sungai Rawas guna melihat potensi Bencana Banjir.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Banjir merendam perkampungan warga di Desa Karang Dapo I, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.Bupati Muratara, Devi Suhartoni meminta BPBD Muratara terus memonitori kondisi debit air sungai Rawas guna melihat potensi Bencana Banjir. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Banjir yang merendam permukiman warga di beberapa wilayah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sudah surut.

Sebelumnya banjir melanda beberapa desa di Kecamatan Rawas Ulu, Karang Jaya, Karang Dapo, Rawas Ilir, termasuk ibukota Muara Rupit.

Banjir terjadi akibat luapan sungai Rupit dan sungai Rawas setelah diguyur hujan sejak sepekan terakhir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memprediksi banjir di Kabupaten Muratara memang tidak berlangsung lama.

Baca juga: Mulai 1 April Pemkab Muratara Rapihkan TKS, Wabup Inayatullah: Jumlahnya Tak Rasional

Meskipun intensitas curah hujan di beberapa wilayah Kabupaten Muratara masih cukup tinggi.

"Sungai Musi tidak pasang, biasanya sebentar banjirnya, airnya hanya lewat saja," kata Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Zazili, Kamis (1/4/2021). 

BPBD Muratara terus memonitori kondisi debit air sungai, sehingga perkembangan volume air dapat terpantau.

"Kami terus monitoring melihat kondisi air, setiap perkembangan air terus kami laporkan kepada pak Bupati, " katanya.

Zazili mengimbau masyarakat yang berada di bantaran Sungai Rawas agar selalu waspada dan siap siaga terhadap bencana banjir.

"Kondisi masih aman-aman saja, namun masyarakat kami imbau tetap waspada," katanya. 

Baca juga: Kompol Adik Listiyono Jabat Wakapolres Muratara, Kompol Mayestika Jabat Wakapolres OKU Timur

Warga Desa Karang Dapo I, Yansah mengatakan desanya memang langganan banjir setiap sungai Rawas meluap. 

Bagi warga di desa tersebut, banjir sudah menjadi hal yang biasa meskipun aktivitas warga sedikit terganggu. 

"Yang jelas terganggu, tapi tidak sampai lumpuh total, warga masih bisa bekerja," ujarnya. 

Warga lainnya di Desa Beringin Makmur I, Yadi mengatakan banjir yang terjadi di desanya tidak terlalu mengganggu aktivitas warga.

Namun bagi warga yang memiliki rumah rendah dibuat repot karena harus memindahkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi. 

"Warga beraktivitas pakai perahu, paling kalau banjir begini kita repot mengangkat barang-barang kalau rumah rendah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved