Breaking News:

Berita Muba

Mediasi dengan Keluarga Bandar Arisan Kandas, 15 Orang Korban Lapor ke Polres Muba

Tidak adanya itikad baik dari bandar arisan get online yang berinsial IAS, membuat 15 korban penipuan arisan get online melaporkan ke Mapolres Muba.

SRIPOKU/FAJERI RAMADHONI
15 korban penipuan arisan get online melaporkan ke Mapolres Muba, Rabu (31/3/2021).Datangnya 15 korban tersebut meminta agar bandar arisan segera di proses hukum lebih lanjut 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Tidak adanya itikad baik dari bandar arisan get online yang berinsial IAS, membuat 15 korban penipuan arisan get online melaporkan ke Mapolres Muba, Rabu (31/3/21).

Datangnya 15 korban tersebut meminta agar bandar arisan segera di proses hukum lebih lanjut

Ricko Roberto SH selalu kuasa hukum 15 korban arisan get online mengungkapkan kedatangan dirinya bersama 15 korban arisan get online untuk melaporkan IAS yang merupakan bandar arisan yang saat ini tidak diketahui keberadaanya.

Sebelumnya pihaknya telah melakukan itikad baik dengan cara kekeluargaan untuk menyelesaikan permasalahan.

“Kita sebelumnya sudah bermediasi dengan keluarga IAS, namun tidak menemukan jalan penyelesaian. Total ada 15 orang klien kami yang mengadu bahwa sudah mengalami kerugian mencapai Rp.1,2 milyar,”kata Ricko, Rabu (31/3/21).

Baca juga: Diajak Transaksi di Kebun Sawit, Pengedar Sabu di Muba Tak Sadar Dipancing Polisi

Lanjutnya, setelah laporan tersebut dibuat pihaknya berharap kepada pihak kepolisian segera menindaklanjutinya.

“Sekarang kita menunggu dari kepolisian untuk proses selanjutnya,”jelansya.

Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK melalui Kasat Reskrim Polres Muba AKP Ali Rojikin SH, menyebutkan bahwa pihkanya sudah menerima laporan terkait arisan bodong atau get online.

Pada tahap pertama minggu lalu terdapat 9 orang korban yang melapor dan hari ini terdapat 15 korban yang melapor.

“Ya, sudah kita terima laporan melaui kuasa hukumnya terdapat 15 orang yang melaporkan kejadian penipuan terhadap arisan online. Sebelumya telah kita terima 9 orang, jadi total korban yang kita terima laporan terhadap 24 orang,”kata Ali.

Baca juga: Kebakaran di Lalan Muba Tadi Pagi, Diduga Kompor Meledak Rumah Tasim Tinggal Puing

Terkait tahap selanjunya mantan Kapolsek Babat Toman ini menambahkan pihaknya akan mempelajari berkas yang ada dan akan ditindaklanjuti. “Berkas sudah kita terima dan kita akan proses,”tutupnya.

Terpisah salah seorang korban arisan yang tidak ingin disebutkan namanya, ia menjadi salah satu korban arisan sebesar Rp.17 juta.

Dimana ia saat iti dijanjikan mendapatkan keuntungan dari arisan yang dijanjikan oleh IAS

“Saya tergiur pak waktu itu karena yang ikut banyak, bahkan tidak tanggung-tanggung mencapai ratusan juta. Saya tergiur karena keuntungan yang didapatkan hampir seratus persen mangkanya saya ikut, nah kalau ini saya berharap ia segera di proses hukum,”ungkapnya.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved