Breaking News:

Update Harga Karet Sumsel

Harga Karet Turun Dua Hari Berturut-turut, Dinas Perkebunan Sumsel Ungkap Penyebab

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen sudah dua hari berturut-turut turun.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Tribunsumsel.com
Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen sudah dua hari berturut-turut turun. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen sudah dua hari berturut-turut turun.

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 137 per kg dibandingkan indikasi karet hari Senin 29 Maret untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Selasa (30/3/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 29 Maret 2021 Rp 21.815 per kg.

Baca juga: Cek Fakta: Viral Postingan di Instagram Ada Balita Hilang di Palembang, Ketua RT 35: Tak Ada Laporan

Sedangkan harga karet hari ini, Selasa (30/3/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.678 per kg, artinya ada penurunan Rp 137 per kg dibandingkan harga hari Senin.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 15.175 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 13.007 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.839 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.671 per kg.

Menurut Rudi penurunan terjadi karena sentimen pasar masih negatif yang disebabkan beberapa hal seperti meningkatnya kasus Covid-19 dan banyaknya negara yang lockdown di Eropa masih membayangi pertumbuhan ekonomi di negara ini.

Lalu akibat dari melemahnya perkiraan pertumbuhan global mempengaruhi penurunan harga minyak mentah (minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan USD 62 per barrel dan menurun disbanding minggu pertama Maret yang mencapai USD 71).

Baca juga: Driver Taksi Online Palembang Menghilang: Sejak Hilang, Anak Bungsu Epan Selalu Rewel

Kemudian melemahnya pasar Shanghai juga diikuti dengan turunnya harga kontrak bulan Juni 2021 di bursa SICOM, yang turun 3.7 USD mencapai 170,6 per 100 kg pada pukul 9.20 pagi ini.

"Sentimen negatif tersebut masih tertahan dengan adanya musim gugur normal dan penyakit gugur daun yang masih membayangi sebagian negara produsen karet termasuk Indonesia," katanya.

Menurutnya, penyakit gugur daun ini menyerang tanaman karet yang produktif dan bisa mengakibatkan penurunan produksi 50 - 70 persen, bahkan bisa menyebabkan kematian batang karet.

"Pada semester pertama ini Sumatera Selatan mengalami penurunan produksi 15-25 persen akibat penyakit gugur daun dan curah hujan yang tinggi," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved