Tabrakan Beruntun Truk Batubara 1 Tewas
Duka Keluarga Korban Tertimpa Truk Batubara di Muaraenim: Meri Tulang Punggung Keluarga
Suasana duka tampak menyelimuti kediaman rumah permanent almarhum Meri Yansyah (33) warga Dusun I, Desa Darmo
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Suasana duka tampak menyelimuti kediaman rumah permanent almarhum Meri Yansyah (33) warga Dusun I, Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim. Tampak para pelayat dan rekan kerja almarhum dari PT UN silih berganti datang mengucapkan belasungkawa terhadap keluarga almarhum.
"Anak saya ini, adalah tulang punggung keluarga. Jadi saya benar-benar merasa kehilangan," ungkap Sulpani (64) yang merupakan ayah kandung korban yang mewakili keluarga.
Menurut Sulpani, dirinya tidak ada firasat apapun terhadap anaknya sebelum meninggal, namun hanya sekitar satu Minggu ini ia tidak bertemu sapa dengan anaknya, padahal antara rumahnya dengan rumah anaknya berdekatan.
"Anak saya ini, meninggalkan satu istri dan dua orang anak yang masih kecil-kecil," katanya.
Meskipun dirinya tidak mempunyai firasat, lanjut Sulpani, beberapa rekan kerjanya mengatakan ada kelakuan yang tidak biasa dari korban. Biasanya ceria, namun sekitar satu Minggu ini anaknya pendiam dan tidak banyak bicara.
"Biasanya kalau ketemu temannya atau rekan kerjanya langsung tos, ini seminggu ini tidak," ujarnya.
Masih dikatakan Sulpani, bahwa sejak kejadian yang merengut jiwa anaknya, hingga sampai saat pihaknya belum bertemu itikad baik dari supir maupun pihak perusahaan angkutan tersebut. Kedepan ia berharap, angkutan batubara ini, tidak lagi mengangkut dijalan umum, namun sudah dijalan khusus batubara supaya tidak ada lagi korban jiwa kembali. Dan saat ini, anaknya telah dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Darmo.
"Cukuplah anak saya yang terakhir, jangan ada lagi korban truk batubara," tegas Sulpani.
Ditambahkan saksi mata Andi Suprianto (36) yang merupakan sepupu korban mengatakan sebelum kejadian dirinya bersama korban melihat evakuasi truk fuso Batubara, karena takut mengenai jaringan kabel listrik menuju rumahnya.
Ketika posisi mereka berada di samping truk fuso yang telah dievakuasi (ditegakkan kembali,red) tiba-tiba dari arah belakang datang sebuah truk fuso dengan kecepatan tinggi menabrak truk fuso yang baru di evakuasi yang menyebabkan truk fuso kembali terbaik dan menimpa korban (Meri Yansyah).
"Kejadiannya begitu cepat, pas mendengar suara tabrakan mereka spontan menghindar, saya ke kiri, korban ke kanan. Dan ternyata korban tertimpa truk fuso, sedangkan saya selamat. Pas selamat saya langsung pingsan," ujarnya yang masih terlihat shock.
Hal senada dikatakan Firmasnyah (46) warga Darmo, bahwa pada saat kejadian warga masih ramai karena melakukan pengaturan lalulintas. Dan tiba-tiba terjadi tabrakan sehingga korban terhimpit tertimpa truk fuso. Kemudian korban dibawa ke RS BAM dan meninggal dunia.(ari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kecelakaan-lawang-kidul131313.jpg)