Dugaan Keterlibatan Effendi Gazali di Kasus Bansos Covid-19 Dibeberkan ke Penyidik KPK

Dugaan Keterlibatan Effendi Gazali di Kasus Bansos Covid-19 Dibeberkan ke Penyidik KPK

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Effendi Gazali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/3/2021). 

"Saya enggak tahu. Enggak dilaporkan," ujar Juliari usai menjalani pemeriksaan.

Effendi sebelumnya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan PPK Matheus Joko Santoso pada Kamis (25/3/2021).

Dalam pemeriksaan itu, tim penyidik KPK mencecar Effendi mengenai dugaan adanya rekomendasi agar salah satu perusahaan menjadi vendor atau rekanan dalam pengadaan bansos Covid-19.

Usulan itu disampaikan Effendi melalui Adi Wahyono.

"Effendi Gazali, dialami pengetahuannya terkait pelaksanaan pengadaan bansos di Kemsos tahun 2020 antara lain terkait adanya dugaan rekomendasi salah satu vendor yang diusulkan oleh saksi melalui tersangka AW (Adi Wahyono) untuk mengikuti pengadaan Bansos di wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kemsos," kTa Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (26/3/2021).

KPK memastikan memiliki dasar memeriksa Effendi Gazali.

Kata Ali, penyidik memeriksa Effendi lantaran ada kebutuhan penyidikan.

Selain itu, lantaran penyidik KPK sudah mengantongi data dan informasi soal dugaan keterlibatan Effendi Gazali.

"Penyidik memanggil yang bersangkutan (Effendi Gazali) sebagai saksi tentu karena ada kebutuhan penyidikan. Ada data dan informasi yang perlu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan terkait dengan pelaksanaan pengadaan bansos dimaksud," kata Ali.

Pernyataan pihak KPK seakan mementahkan klaim Effendi Gazali usai diperiksa penyidik KPK pada Kamis (25/3/2021).

Saat itu, Effendi mengklaim namanya tidak ada dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka Matheus Joko Santoso.

"Tadi sudah terbukti bahwa nama saya tidak ada di BAP-nya Matheus Joko," kata Effendi seusai diperiksa.

Effendi menyebut tuduhan jika dirinya memiliki kuota bernilai puluhan miliar adalah data palsu.

Ia juga menampik kecipratan uang terkait proyek bansos.

Baca juga: Denny Siregar Sebut FPI Tempat Pembibitan Teroris, Anggotanya Bergabung ke Organisasi Mapan

Baca juga: TP3 Laskar FPI Sebut Temuan Atribut FPI di Rumah Terduga Teroris Merupakan Rekayasa, Pengalihan Isu

Baca juga: Mantan Teroris, Ali Imron Sebut Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar Merupakan Aksi Pembalasan

Namun demikian, Effendi mengakui sempat bertemu dengan Adi Wahyono saat menjadi moderator dalam seminar nasional riset tentang bansos pada 23 Juli 2020.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved