Kiat Aman Agar Baterai Smartphone Awet, Jangan Biarkan Baterai Sampai Kosong

Ponsel cerdas masa kini kebanyakan tidak lagi menggunakan baterai yang terpisah atau bisa dilepas-pasang. 

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Prawira Maulana

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ponsel cerdas masa kini kebanyakan tidak lagi menggunakan baterai yang terpisah atau bisa dilepas-pasang. 

Karena baterainya telah terpasang di dalam bodi ponsel, maka kebanyakan konsumen mencari smartphone dengan baterai berkapasitas besar. 

Apalagi kini adanya teknologi fast charging atau pengisian daya cepat membuat penggunanya semakin lekat dengan gawainya. 

Namun karena tidak adanya baterai yang dapat diganti berarti pada akhirnya sel lithium-ion yang ada di ponsel lama kelamaan akan menua dan memburuk.

Kapasitas baterai pasti menurun seiring dengan bertambahnya usia pemakaian ponsel. Namun, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk memperpanjang umur baterai dan handset. 

Berikut beberapa kiat yang terbukti secara ilmiah untuk memaksimalkan masa pakai baterai ponsel:

1. Jangan biarkan baterai sampai kosong/ 0 persen

Salah satu mitos baterai yang sangat kuat adalah bahwa kamu perlu sekali-sekali mengosongkan dan mengisi ulang untuk menghapus "memori baterai". 

Hal ini sebenarnya salah kaprah jika diterapkan pada baterai berjenis lithium-ion. Pengisian daya sebagian saat kapasitas baterai lithium-ion tinggal sepertiga sebenarnya memiliki beberapa manfaat positif untuk umur panjang sel. 

Saat hampir kosong, baterai Li-ion menarik arus konstan dan beroperasi pada tegangan yang lebih rendah. 

Tegangan ini berangsur-angsur meningkat saat sel mengisi, mendatar sekitar 70 persen muatan sebelum arus mulai turun hingga kapasitas penuh.

Berdasar riset Battery University, mengisi daya ponsel dalam kisaran 30 hingga 80 persen itu membuat voltase lebih rendah dan memperpanjang masa pakai baterai. 

2. Isi ulang daya baterai handphone sedikit demi sedikit

Isi ulang daya meski hanya sedikit tapi teratur jauh lebih baik untuk baterai Li-ion daripada siklus pengisian penuh yang lama. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved