Breaking News:

Bantahan AstraZeneca Vaksinnya Disebut Gunakan Produk Turunan Babi

Meski demikian dengan sejumlah alasan, salah satunya kedaruratan kesehatan maka MUI memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia.

Editor: Weni Wahyuny
(SHUTTERSTOCK/Orpheus FX)
Ilustrasi vaksin corona. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Disebut mengandung produk turunan babi, AstraZeneca akhirnya buka suara.

AstraZeneca membantah jika vaksinnya mengandung produk turunan babi.

Hal tersebut disampaikan pada Minggu (21/3/2021) waktu setempat.

Hal itu ditegaskan AstraZeneca setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut vaksin tersebut haram karena dalam proses pembuatannya memanfaatkan tripsin asal babi.

Meski demikian dengan sejumlah alasan, salah satunya kedaruratan kesehatan maka MUI memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca di Indonesia.

"Vaksin COVID-19 AstraZeneca tidak bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya. Kami menghargai pernyataan yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia," tulis keterangan AstraZeneca yang dikutip Tribunnews.com, Rabu (24/3/2021).

Dijelaskan, penting untuk dicatat bahwa Vaksin Covid-19 AstraZeneca, merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan, seperti yang telah dikonfirmasikan oleh Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris.

Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya.

"Vaksin ini telah disetujui di lebih dari 70 negara di seluruh dunia termasuk Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia telah telah menyatakan sikap bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan oleh para Muslim," tegas kembali keterangan itu.

Vaksin ini aman dan efektif dalam mencegah Covid-19, dimana dalam uji klinisnya vaksin Covid-19 AstraZeneca 100% dapat melindungi dari penyakit yang parah, rawat inap dan kematian, lebih dari 22 hari setelah dosis pertama diberikan.

Penelitian vaksinasi yang telah dilakukan berdasarkan model penelitian dunia nyata (real-world) menemukan, satu dosis vaksin mengurangi risiko rawat inap hingga 94% di semua kelompok umur, termasuk bagi mereka yang berusia 80 tahun ke atas.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi tingkat penularan penyakit hingga dua pertiga.

Semua vaksin, termasuk Vaksin Covid-19 AstraZeneca, merupakan bagian penting dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar dapat memulihkan keadaan di Indonesia agar dapat memulihkan perekonomian Indonesia secepatnya.

Berita Tentang Vaksin Covid-19

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul AstraZeneca Bantah Vaksinnya Memanfaatkan Produk Turunan Babi

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved