Breaking News:

Berita Empat Lawang

Miskomunikasi, Inilah Pernyataan Terbaru Istri Pasien Digigit Ular di Empat Lawang dan Rumah Sakit

Saya mendapat penjelasan dari pihak RSUD juga jika memang ketika pihak rumah sakit meminta saya jenis fasilitas kesehatan saat saya baru tiba.

Penulis: Sahri Romadhon
Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Pihak Rumah sakit menemui keluarga Mulyadi, pasien yang digigit ular di Desa Pancur Mas, Tebing Tinggi, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Kabar heboh mengenai Mus Mulyadi warga Tebing Tinggi, Empat Lawang yang beberapa hari lalu sempat menyita perhatian netizen akhirnya menemui titik terang.

Kedua belah pihak yakni istri Mulyadi, Sida Sulastri dan pihak RSUD yang diwakili oleh Kabid Pelayanan, Yan Warsah sepakat untuk saling meluruskan.

Sebelumnya sempat bersedar berita yang menyatakan jika pihak RSUD Empat Lawang mewajibkan pasien terlebih dahulu untuk melakukan swab untuk Mus Mulyadi. Setelah dikonfirmasi dengan RSUD Pihak RSUD memyampaikan jika Sida Sulastri baru datang setelah pasien diberikan pertolongan pertama. Sida Sulstripun mengiyakan pernyataan tersebut,

"Sida Sulastri (istri pasien) tiba di RSUD belakangan setelah pasien selesai diberikan pertolongan pertama berdasarkan SOP penanganan pasien terkena gigitan ular," tutur Yan Warsayah saat menemui Sida Sulastri di Rumahnya.

Menyambung pernyataan tersebut Sida mengakui dia tidak tau dia tidak tau jika suaminya telah diberikan Serum Anti Bisa Ular (ABU) karena memang dia tiba di rumah sakit belakangan.

"Ya memang saya tiba di RSUD belakangan dalam keadaan panik" Sambung Sida Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Hujan Deras di Lubuklinggau, Dapur Rumah Nenek Eliaroza Ambruk, Sebelumnya Diterjang Puting Beliung

Baca juga: Ditanya Soal Johan Anuar Diusulkan Gantikan Kuryana, Herman Deru: Akan Dipelajari Dulu

Selain itu Sida Sulastri juga mengakui jika pihak rumah sakit meminta dirinya akan meggunakan fasilitas kesehatan jenis apa setelah suaminya emendapat pertolongan pertama. Lagi-lagi sebabnya karena memang tiba terakhir dan terjadi miskomunikasi.

"Saya mendapat penjelasan dari pihak RSUD juga jika memang ketika pihak rumah sakit meminta saya jenis fasilitas kesehatan saat saya baru tiba," tambah Sida.

Yan Warsah juga menambahkan pihak rumah sakit tidak mungkin menelantarkan pasien karena harus tes swab dan menawarkan fasilitas kesehatan sebelum memberikan pertolongan darurat.

"Tes swab dan pemilihan fasilitas kesehatan dilakukan setelah pertolongan pertama selesai, dimana hal itu dilakukan jika pasien positif maka akan ditempat di ruangan isolasi agar tidak menulari pasien yang berada satu ruangan dengan Mulyadi," tutup Yan Warsah.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved