Fahri Hamzah Bela Presiden Jokowi Soal Presiden 3 Periode Sebut Besarkan Isu Dari Sumber Tidak Sah

Fahri Hamzah Bela Presiden Jokowi Soal Presiden 3 Periode Sebut Besarkan Isu Dari Sumber Tidak Sah

Editor: Slamet Teguh
Ist via Tribunnews
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah/Istimewa. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Biasa bersebrangan, kini Fahri Hamzah membela Presiden Joko WIdodo (Jokowi) terkait presiden menjadi tiga periode.

Fahri menyebut, masyarakat Indonesia sering membesarkan isu dari sumber yang tak sah.

Meski Presiden Jokowi telah mengatakan secara pribadi bahwa dirinya tidak akan menjabat 3 periode, namun isu masa jabatan presiden 3 periode masih menjadi bahan pembicaraan.

Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat, Fahri Hamzah, turut memberikan komentarnya terhadap persoalan ini.

Dalam sebuah video yang ditayangkan di kanal Youtube miliknya Fahri Hamzah Official, Fahri mengatakan masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan buruk yaitu membesarkan semua isu tanpa disaring terlebih dahulu.

Menurut Fahri, meski ada isu yang bersumber dari pihak yang tidak sah, masyarakat Indonesia tetap membesar-besarkannya.

“Pertama-tama kita ini ada kebiasaan jelek sekarang karena semua isu, termasuk yang tidak datang dari pihak yang legitimate pun kita besar-besarkan,” ujar Fahri dikutip dari keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Menurut Fahri, isu presiden 3 episode ini telah selesai ketika Presiden Jokowi menyatakan secara langsung bahwa ia tidak akan melakukannya.

“Padahal ini sebenarnya kalau menurut saya sih sudah selesai di tingkat presiden ya,” lanjut Fahri.

Fahri juga mengatakan, menurutnya, isu ini asalnya bukan dari Presiden Jokowi pribadi.

Dikatakan Fahri, dirinya pernah dua kali menanyai Jokowi secara pribadi terkait persoalan presiden 3 periode.

“Ini bukan isu yang bersumber dari presiden. Saya sendiri pernah 2 kali bertanya langsung kepada Presiden soal ini, sebelum berakhir jabatan dan setelah berakhir saya tanya lagi,” kata Fahri.

Fahri mengatakan, pada saat itu, Jokowi menjawab dengan tegas bahwa dirinya tidak menginginkan untuk menjabat lagi.

Kata Fahri, Jokowi tidak ingin dikenang sebagai seorang yang menginginkan jabatan kembali, apalagi yang mengharuskan adanya perubahan konstitusi.

“Jawabannya (Jokowi) itu bulat. Beliau mengatakan, saya tidak mau dikenang sebagai seseorang yang menginginkan jabatan kembali. Apalagi itu kan memerlukan perubahan konstitusi,” terang Fahri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved