Breaking News:

Berita Palembang

Kantor Walikota Dijual ke Investor, DPRD Sumsel Minta Belajar dari Pasar Cinde

Anggota DPRD Sumsel dari Dapil Palembang menolak wacana pemerintah kota Palembang melakukan kerjasama dengan pihak ketiga terhadap Kantor Walikota

TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Kantor Walikota Pemkot Palembang. Pemerintah Kota Palembang menawarkan beberapa aset milik Pemkot kepada pihak ketiga termasuk di antaranya bangunan Kantor Walikota Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Anggota DPRD Sumsel dari daerah pemilihan (Dapil) Palembang menolak wacana pemerintah kota Palembang melakukan kerjasama dengan pihak ketiga melalui Build Operate dan Transfer (BOT), terhadap beberapa aset yang dimiliki oleh pemerintah kota Palembang.

"Karena sudah banyak contoh bagaimana BOT yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, namun pada akhirnya justru terbengkalai," kata anggota DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli, Kamis (4/3/2021).

Apa yang diwacanakan oleh Pemkot Palembang untuk menggaet investor melalui BOT, untuk membackup keuangan Pemkot Palembang yang mengalami defisit, harusnya bisa dengan cara lain.

"Ini Pemkot butuh dana sehingga melakukan pendanaan jangka pendek," cap Syaiful.

Baca juga: Penipuan Arisan di Palembang, Giliran Narik Uang Rp 43,9 Juta Tak Diberi, Wanita Muda Laporkan Teman

Oleh karena itu, harusnya Pemkot melakukan solusi lain, sehingga BOT yang dilakukan tidak merugikan Pemkot Palembang.

Belajar dari pengalaman pemprov Sumsel yang melakukan BOT terhadap pasar Cinde justru tidak menguntungkan pemprov dan saat ini pembangunan pasar Cinde justru mandek.

"Karena pasar Cinde cagar budaya tidak boleh dirobohkan untuk pembangunan pasar dan mall, na ini jadi pelajaran,"katanya.

Begitu juga kantor walikota Palembang sebagai cagar budaya untuk itu harus dijaga dia dilestarikan, jika itu kantor walikota ini di BOT kan maka akan merusak sejarah dari kantor itu sendiri.

"Oleh karena itu kantor ini harus kita jaga, dan jangan sampai kantor ini dikelola oleh pihak ketiga melalui program BOT," ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah aset milik Pemkot Palembang bakal dilakukan BOT seperti kantor ledeng (kantor walikota), stadion Kamboja, stadion Hatta dan pelabuhan 35 Ilir.

Baca juga: Pemkot Palembang Tawarkan Gedung Ledeng Kantor Walikota ke Investor, Cari Dana Bangun Kantor Baru

Pemerintah Kota Palembang menawarkan beberapa aset milik Pemkot kepada pihak ketiga termasuk di antaranya bangunan Kantor Walikota Palembang.

Langkah ini akan dilakukan jika nanti Kantor Pemerintahan Kota Palembang jadi pindah ke Keramasan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palembang, Ahmad Mustain mengatakan memang ada beberapa aset Pemkot yang akan ditawarkan kepada pihak ketiga dalam bentuk BOT termasuk Kantor Walikota.

"Itu rencana kita jika nanti Kantor Walikota dan OPD akan pindah kantor ke Keramasan terintegrasi dengan Kantor Pemerintah Provinsi. Dan kita dapat lahan hibah seluas 30 hektar sesuai perencanaan.Nanti akan semua terintegrasikan disana," ujarnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved