Harga Karet Hari Ini Kembali Turun Rp 188 Per Kg
Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen di awal bulan Maret ini mengalami penurunan.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen di awal bulan Maret ini mengalami penurunan.
"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 188 per kg dibandingkan indikasi karet hari Senin 1 Maret untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Selasa (2/3/2021).
Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 1 Maret 2021 Rp 21.685 per kg.
Sedangkan harga karet hari ini, Selasa (2/3/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.497 per kg, artinya ada penurunan Rp 188 per kg dibandingkan harga hari Senin.
Lalu untuk KKK 70 persen diharga 15.048 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.898 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.749 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.599 per kg.
"Ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet," kata Rudi.
Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.
"Tata cara perdagangan (trading style) cenderung seringkali tidak mencerminkan harga yang sebenarnya dan akhirnya menciptakan faktor keenam yakni spekulan di Pasar Berjangka Internasional," bebernya.
Menurutnya, sepertinya faktor keenam inilah yang terjadi di penggantian bulan Februari dan Maret 2021, dimana harga karet tiba-tiba naik Rp 2.515 per kg pada Jumat tanggal 26 Februari 2021 dan hari ini Senen 1 Maret 2021 turun Rp 2.323 per Kg untuk KKK 100 persen dan hari ini kembali turun Rp 188 per kg.
Pergerakan harga karet di tahun 2021 fluktuatif dikisaran harga Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu. Bahkan, di awal tahun 2021, karet KKK 100 persen pernah mencapai harga terendah pada 4 Januari 2021 dengan harga, Rp 17.194 perkilogramnya dan tertinggi pada tanggal 26 Februari 2021 Rp. 24.008 per kg KKK 100 persen.
"Pergerakan harga karet pasca harga minyak dunia mencatatkan trend kenaikan seiring dengan kebijakan OPEC+ yang akomodatif untuk mengurangi pasokan minyak global," katanya.
"Kita lihat harga di Minggu pertama bulan Maret ini, mudah-mudahan harga tetap bertahan di keseimbangan baru antara Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per Kg untuk KKK 100 persen," katanya.
Menurutnya, harga karet tidak dapat diprediksi sampai kapan kenaikan ini dapat terjadi karena faktor nilai tukar rupiahpun dapat mengakibatkan harga menjadi naik atau turun.
Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.