Breaking News:

Rumah Susun di Palembang Dijadikan Sarang Burung Walet, Ternyata Ini Dia Oknum Pelakunya

Warga melaporkan rumah susun di Jalan Srijaya Kelurahan Srijaya milik pemerintah diduga secara ilegal dijadikan sarang burung walet.

TRIBUN SUMSEL
Rumah Susun Jl Srijaya dijadikan sarang burung walet oleh oknum warga. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Warga melaporkan rumah susun di Jalan Srijaya Kelurahan Srijaya milik pemerintah diduga secara ilegal dijadikan sarang burung walet.

Selama 24 jam speaker yang berada di puncak gedung rumah susun itu berbunyi untuk memanggil kawanan walet.

"Speaker itu hanya berhenti kalau saat listrik mati. Selebihnya terus bunyi tak peduli magrib atau dini hari," kata warga yang melaporkan pada Tribun.

Untuk memeriksa fakta laporan ini, redaksi mendatangi lokasi kejadian. Memang benar suara keras speaker pemanggil walet terdengar dari sana.

Di puncak tampak speaker dan di sebelahnya ada sebuah ember bekas kemasan cat. Ember itu berada di atas gedung dan tanpa pengaman. Bisa saja seketika ember itu jatuh ke bawah.

Sementara rumah susun di Jalan Srijaya itu sudah berpenghuni. Khususnya di lantai bawah. Namun tampak tak penuh berisi.

Ketika dikonfirmasi ke lapangan, Lurah Srijaya, Sri Sundarini mengatakan pihaknya telah meminta kepada warga yang membuat sarang burung walet ini untuk mematikan alat speakernya.

"Sudah kami minta matikan dan juga langsung menyita speaker tersebut," jelas dia.

Lurah Srijaya, Sri Sundarini bersama jajarannya menyita speaker pemanggil burung walet yang dipasang oleh oknum penghuni rumah susun Jl Srijaya.
Lurah Srijaya, Sri Sundarini bersama jajarannya menyita speaker pemanggil burung walet yang dipasang oleh oknum penghuni rumah susun Jl Srijaya. (SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM)

Ketika diselidiki, ternyata sarang burung walet ini dibuat oleh salah satu penghuni yang ada di rusun dengan memanfaatkan sebuah tempat sampah yang ditutupnya.

"Kalau berdasarkan aturan ini tak boleh ada sangkar burung walet ini ada di tengah pemukiman penduduk. Makanya kita langsung sita ini dan minta kepada warga yang bersangkutan untuk tidak lagi melakukan hal tersebut," jelas dia.

Lanjut Sri, warga tersebut baru melakukan aktivitas ini selama dua minggu belakangan. "Mereka ini baru mau membuat dan speaker ini memang dibunyikan setiap hari untuk memanggil burung," ungkap dia.

Pemilik beralasan karena untuk mencari uang tambahan sebagai warga.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved