Breaking News:

Berita Lahat

Kisah Petani Karet di Lahat, Harga Karet Sumsel Tinggi Malah Tidak Bisa Menyadap

Petani karet Desa Manggul Kecamatan Kota Lahat Sumsel mengaku tidak bisa menyadap karet selama dua minggu terakhir karena curah hujan tinggi.

SRIPOKU/EHDI
Tampak mangkok getak karet penuh dengan air dampak musim hujan. Petani karet Desa Manggul, Kecamatan Kota Lahat Kabupaten Lahat mengaku tidak bisa menyadap karet karena curah hujan tinggi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Galau kini sedang menimpa petani karet di Lahat. 

Betapa tidak,  dalam dua pekan ini tidak bisa menyadap karet lantaran terus diguyur hujan. Akibatnya,  dalam dua pekan terakhir ini petani karet gigit jari. 

Hal ini seperti dialami Petani karet Desa Manggul,  Kecamatan Kota Lahat,  Gilang. 

Diceritakannya,  setidaknya dalam dua bulan ini ia harus merana lantaran kerap hujan. 

Bahkan,  dalam dua pekan terakhir ia tidak bisa berbuat apa apa karena hampir setiap hari bahkan malam hujan terus mengguyur.  

"Kalau dipaksakan saat musim hujan ini sadap karet cairan getah karet tidak merembes atau keluar dari jalurnya. 

Jadi merugi saja jika dipaksakan menyadap karet.  Makanya,  dua pekan ini kita tidak bisa apa apa, "ujarnya,  saat dibincangi Rabu (24/2/2021). 

Ditambahkan Gilang,  hal hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan. 

Jika tidak hujan,  ia dalam dua pekan bisa menghasilkan getah karet dari 70 hingga 100 kilo pertiga hari. 

Untuk harga sendiri saat ini dikisaran Rp8 ribu rupiah. 

Halaman
1234
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved