Breaking News:

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Pusri Sosialisasikan Eco Enzyme

Eco enzyme ini sangat bermanfaat bagi pengolahan sampah rumah tangga, karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Editor: Vanda Rosetiati
HUMAS PT PUSRI
Anggota Persatuan Istri Karyawan PT Pusri Palembang (PIKA-PSP) menjadi penggiat Eco Enzyme. Hal ini diperlihatkan saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. 

PALEMBANG – Dalam rangka Hari Sampah Peduli Sampah Nasional 2021 yang mengangkat tema "Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi", PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Persatuan Istri Karyawan PT Pusri Palembang (PIKA-PSP) telah menjadi penggiat Eco Enzyme sejak beberapa bulan yang lalu.

Eco Enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti sisa buah atau sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu / molase) dan air. Serta berwarna coklat gelap dan memiliki aroma fermenasi asam manis yang kuat. Eco enzyme ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Karena kandungannya, Eco Enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air yang tercemar. Selain itu bisa juga ditambahkan ke produk pembersih rumah tangga alami seperti sabun, shampoo, pencuci piring, deterjen, dan lain-lain.

Vice President P LH Pusri, Yusman Arullah mengatakan bahwa hingga saat ini, total sampah rumah tangga yang sudah di olah sebanyak 450 kg menjadi 1.500 liter Eco Enzyme.

"Eco enzyme ini sangat bermanfaat bagi pengolahan sampah rumah tangga, karena dapat mengurangi pencemaran lingkungan," jelas Yusman.

Masyarakat juga dapat membuat sendiri Eco Enzyme ini di rumah, caranya cukup mudah, yaitu :
1. Kumpulkan sisa-sisa kulit buah, dicacah terlebih dahulu menjadi potongan kecil.
2. Kemudian campurkan bersama gula dan air dengan perbandingan 1 : 3 : 10 (gula, sampah dapur dan air).
3. Lalu tuangkan pada wadah yang dapat ditutup rapat, namun tetap sisakan sedikit ruang untuk produksi gas yang dihasilkan saat proses fermentasi.
4. Setelah itu diamkan selama tiga bulan.
Melalui eco enzyme ini semoga dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alamai untuk membersihkan lingkungan sekitar dari bakteri dan kuman. Sehingga lingkungan sehat, kita pun terhindar dari penyakit.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved