Arti Kata

Apa Itu Ghibah ? Selalu Dilakukan Saat Kumpul Bareng, Ternyata Ini Hukumnya Menurut Islam

Apa Itu Ghibah? Selalu Dilakukan Saat Kumpul Bareng, Ternyata Ini Hukumnya Menurut Islam

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: M. Syah Beni
Tribun Sumsel
Apa Itu Ghibah? Selalu Dilakukan Saat Kumpul Bareng, Ternyata Ini Hukumnya Menurut Islam 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Apa Itu Ghibah? Selalu Dilakukan Saat Kumpul Bareng, Ternyata Ini Hukumnya Menurut Islam.

Kata Ghibah, sering dijumpai baik di media sosial, mauun didengarkan saat percakapan langsung maupun tidak langsung (menggunakan aplikasi chatting) seperti contoh kalimat berikut :

Seperti contoh kalimat kekinian berikut:

"Ghibah teroos"

"Jangan sering ghibahin orang, berdosa"

Baca juga: Lirik Ilahilastulil Firdaus Lengkap Latin dan Artinya, Sholawat Al Itiraf Penyejuk Hati

Baca juga: Arti Kata Simp, Populer Sering Dipakai Dalam Game, Sering Ditemui di Twitter, Instagram dan Twitch

Bahkan kalian sendiri tentu pernah melakukan ghibah tanpa disadari atau bahkan disengaja.

Lantas apa sebenarnya arti ghibah? Simak penjelasan Tribun Sumsel berikut.

Arti Ghibah

Dari penelusuran berbagai sumber, arti kata Ghibah berasal dari bahasa Arab yakni Al ghib (الغِيبة) yang artinya tidak tampak.

Berdasarkan istilah, ghibah berarti pembicaraan antar sesama muslim tentang muslim lainnya dalam hal kejelekkan, keburukan, atau yang tidak disukai dan tidak tampak.

Baca juga: Arti Tabayyun Dalam Islam, Ini Penjelasan dan Pentingnya Melakukan Tabayyun

Selain itu, kata ghibah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring,juga memiliki arti yang serupa, yakni membicarakan keburukan (keaiban) orang lain.

Dalam ajaran islam perbuatan ghibah sangat dilarang.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya;

"‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya." (H.R. Muslim)

Dalil mengenai larangan berbuat ghibah dalam Al-Qur’an Surat Al Hujurat Ayat 12 yakni sebagai berikut.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Latin : yā ayyuhallażīna āmanujtanibụ kaṡīram minaẓ-ẓanni inna ba'ḍaẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasụ wa lā yagtab ba'ḍukum ba'ḍā, a yuḥibbu aḥadukum ay ya`kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumụh, wattaqullāh, innallāha tawwābur raḥīm

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved