Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Pengakuan Tersangka Perampok Toko Emas di Sayangan, Hasil Merampok Bayar Utang Judi Online

Rindu sama anak istri. Sudah dua tahun tak bertemu makanya aku pulang. Aku pikir, sudah tidak jadi buronan polisi lagi. Jadi aku berani pulang.

TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Pelaku perampokan Toko Emas Sinar Mas di Jalan Sayangan Kelurahan 17 Ilir Kecamatan IT 1 Palembang yang terjadi tahun 2018 lalu ditangkap polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tersangka perampokan toko emas yang ditangkap Jatanras Polda Sumsel, harus ditindak tegas karena berupaya melawan saat akan ditangkap.

Saat diamankan di Polda Sumsel, tersangka mengaku saat itu sama sekali tidak memiliki uang untuk membayar utang. Sehingga, ia keluar rumah dan menuju ke Pasar 16 Ilir.

"Aku ada hutang dengan orang karena main judi online. Karena selalu ditagih, aku memutuskan untuk merampok toko emas. Itu juga selintas langsung aku pikirkan ketika melihat toko itu sepi," ujarnya sambil meringis, Jumat (19/2/2021).

Berhasil memecahkan etalase toko emas Sinar Mas, tersangka mengaku mengambi gelang emas dengan berat 40 gram.

Emas yang diperolehnya, enam gelang emas tersebut dijual dan ia mendapatkan uang Rp 6 juta. Dari uang tersebut, ia membayar hutang dan sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama di Serang Banten.

Dua Tahun di Serang Banten, ia bekerja serabutan. Karena sudah lama kabur dan merasa sudah aman, ia memutuskan untuk pulang ke Palembang.

"Rindu sama anak istri. Sudah dua tahun tak bertemu makanya aku pulang. Aku pikir, sudah tidak jadi buronan polisi lagi. Jadi aku berani pulang," kata residivis kasus narkoba tahun 2011 ini.

Baca juga: Pulang Kampung ke Palembang Perampok Toko Emas di Sayangan Ditangkap, Buron Sejak 2018

Baca juga: Ini Identitas Pria Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Gandus, Ahmad Hairul, Warga Jl Ki Gede Ing Suro

Tersangka juga mengaku, sempat bermimpi ditangkap polisi saat masih di Serang Banten. Makanya, ia saat itu belum memutuskan untuk pulang.

Sudah berlalu dua tahun, mimpinya itu tidak bakal terjadi. Karena, perampokan yang dilakukannya sudah terbilang lama. Sehingga, ia berpikir tidak akan ditangkap polisi.

"Belum sempat mimpi, polisi sudah terlebih dahulu menangkap aku," katanya.

"Ternyata mimpi aku itu benar. Saat aku pulang, malah ditangkap polisi," pungkasnya.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan tertangkapnya tersangka ini usai buron selama dua tahun.

"Anggota kami mendapat kabar tersangka ini pulang dari Jawa dan berada di kediamannya. Pada saat dilakukan penangkapan tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur karena mencoba melakukan perlawanan," kata Suryadi.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka terancam Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved