Breaking News:

Perahu Karam Petani di Muba Tenggelam di Sungai Musi

Masyarakat Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba dihebohkan dengan tenggelamnya seorang petani yakni Rendi Fadli (35)

FAJRI/SRIWIJAYA POST
Pencarian terhadap korban Rendi Fadli yang tenggelam di Sungai Musi. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Masyarakat Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba dihebohkan dengan tenggelamnya seorang petani yakni Rendi Fadli (35) warga Kecamatan Plakat Tinggi. Korban diketahui temggelam di Sungai Musi ketika hendak menyebrang bersama sang istri pada, Rabu (17/2/21) sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun sekitar pukul 17.15 WIB korban beserta anak dan istri menyebrangi sungai musi dengan menyewa perahu warga sekitar. Ketika perahu sudah berada di tengah sungai perahu karam lalu tenggelam

Sang Supir perahu sempat menyelamatkan anak dan istri korban dengan dibantu warga sekitar pinggiran sungai yang kebetulan melihat kejadian, sedangkan korban terlempar dari perahu lalu tenggelam.

Tim gabungan yang terdiri Polairud Polres Muba, BPBD Muba dan Polsek Sekayu terus melakukan pencarian jasad korban Rendi Padli (35) yang tenggelam disungai Musi.

Tim melakukan pencarian hingga 10 kilometer tepatnya di desa Bailangu Kecamatan Sekayu kabupaten Muba, dari titik tenggelam korban Dermaga Penyebrangan belakang MTS bundaran Sekayu

"Ya, kita melakukan pencarian korban sejak korban diketahui tenggelam pada Rabu (17/2/21) Malam lalu," kata Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK melalui Kasat Polairud  Polres Muba AKP Susianto, Kamis (18/2/21).

Lanjut, Susianto pihaknya menerjukan semua anggota Polairud Muba serta kelengkapan pencarian.

" Jumlah personil yang kita turunkan ada 10 orang ditambah lagi personil dari Polsek Sekayu, dan kita membawa 2 buah perahu karet dan satu kapal milik polisi," jelas Susianto.

Pihaknya akan terus berusaha mencari korban bersama BPBD Muba dab Polsek Sekayu walaupun di tengah cuaca yang buruk.

" Mudah mudahan korban cepat ditemukan, walaupun air sungai musi sedang pasang dan cuaca yang hujan. Sedangkan penyebab korban tenggelam belum diketahui karena masih dalam tahap penyelidikan," ungkapnya. 

Perlu diketahui korban yang sehari harinya bekerja sebagai petani inibersama istrinya Watini (42) dan anaknya Nirmala Sari ( 22) naik ketek yang disewanya milik Isron (31).

Diketahui mereka dari Kota Sekayu hendak ke kebun yang letaknya di seberang sungai, mereka pun menggunakan ketek, saat ketek berjalan diduga mereka takut diatas ketek, membuat ketek pun oleng dan terbalik. (dho)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved