Breaking News:

9 Nama Jadi Formatur DPD PAN Palembang, Ketum Zulkifli Hasan Perintahkan Ini

Sebanyak sembilan dari 16 nama ditetapkan sebagai anggota formatur DPD PAN kota Palembang, dalam Musda ke V, Kamis (18/2/2021).

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Musyawarah Daerah (Musda) ke V DPD PAN Palembang yang dilakukan secara virtual, Kamis (18/2/2021) di DPD Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Sebanyak sembilan dari 16 nama ditetapkan sebagai anggota formatur Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) kota Palembang, dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke V yang dipimpin oleh ketua umum (Ketum) PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

Di Sumsel terdapat 17 Kabupaten/ kota DPD yang melakukan Musda serentak, bersama sebagian wilayah di provinsi Jawa Timur (Jatim), dan Jawa Barat (Jabar) yang dilakukan secara virtual, Kamis (18/2/2021).

Kesembilan nama formatur itu, Azhari Haris, Ruspanda Karibullah, Rizky Saputra, Siti Aprilia Susanti, Cik Nona, kgs Ishak Yasin, Dauli, Sudirman dan Fauzi Ahmad. 

"Semua yang anggota DPRD diajak semua untuk formatur, dan Saya tugaskan nama- nama formatur untuk melakukan musyawarah mufakat dua sampai tiga minggu sudah ada kepengurusan, kalau tidak saya ambil," kata Zulhas.

Menurut menteri Kehutanan ini, dirinya mewanti- wanti anggota formatur yang ada harus berada dikepengurusan nanti, dan siap untuk maju dalam pencalonan legislatif pada 2024 mendatang.

"Jadi, formatur harus masuk kepengurusan dan jadi caleg nanti, serta bisa menjadi penanggung jawab disetiap Cabang. Itu dilakukan karena seluruh parpol tahu persis kompetisi parpol itu sebenarnya saat pileg, agar dapat kursi di legislatif, klo tidak ada kursi maka tidak dihitung dan dihargai," bebernya.

Baca juga: Lima Kader Bakal Perebutkan Kursi Ketua DPC PPP Prabumulih

Dalam sambutannya, Zulhas menyatakan jika PAN merupakan partai sudah dianggap sangat dewasa karena sudah berusia 23 tahun, dan jika berkaca dari partai tua yang ada seperti Golkar saat berusia 20 tahun sudah full power atau kekuatan luar biasa. Sehingga harusnya partai PAN bisa juga mengikuti jejaknya, dan tidak hanya mengurusi masalah internal saja.

"Kongres PAN sudah dilalui meski seperti zaman Jahiliah saat itu dengan saling bantai, termasuk wilayah sebagian ada yang hilang yang kalah. Sehingga kita akhiri cara- cara tidak beradab itu, dengan Musda mencari pemimpin partai dengan musyawarah mufakat dan cari yang terbaik unntuk anda, dan DPW tidak usah ikut campur jika sepakat," tuturnya.

Namun diungkapkan mantan ketua MPR RI ini, jika dalam Musda yang ada semua formatur yang ada ingin ketua hal itu jadi repot, dan itu tidak diinginkan.

"Jadi nanti setelah kepengurusan terbentuk, maka kita laksanakan kerja politik dengan mengurus partai bukan ngurus pengurus, selama ini terjadi pengurus hanya ngurus pengurus daja dan itu harus diakhiri.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved