Bacaan Surat At-Takwir (Juz Amma) Lengkap dengan Tulisan Bahasa Indonesia, Arti dan Keutamaannya

At-Takwir merupakan surat ke-81 dalam Al-Quran dan masuk dalam golongan surat MAkkiyah. Berikut keistimewaan dan bacaannya:

Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com
Bacaan Surat At-Takwir (Juz Amma) Lengkap dengan Tulisan Bahasa Indonesia, Arti dan Keutamaannya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bacaan Surat At-Takwir (Juz Amma) Lengkap dengan Tulisan Bahasa Indonesia, Arti dan Keutamaannya. At-Takwir merupakan surat ke-81 dalam Al-Quran dan masuk dalam golongan surat MAkkiyah.

Surat ini dalam Al-Quran terletak setelah Surah ‘Abasa dan sebelum Surah Al-Infitar.

keistimewaan dan keutamaan Surah Al-Takwir

Dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar, Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi menyebutkan beberapa riwayat mengenai keutamaan surah Al-Takwir.

  • Mengetahui proses terjadinya hari kiamat: "Dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda; Barangsiapa yang senang ingin melihat hari kiamat seperti halnya dia melihat dengan mata kepala, maka hendaknya dia membaca surah Idzasy syamsu kuwwirat, idzas samaa-un fathorot, dan idzas samaa-un syaqqot."
  • Dilindungi dari kejelekan di dunia dan akhirat: Dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda; "Barangsiapa membaca surah ‘Abasa dan Idzasy syamsu kuwwirat, maka akan melindunginya dari kejelekan di dunia dan akhirat."
  • Dari Ubay bin Ka’ab, dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda; "Barangsiapa membaca surah Idzasy syamsu kuwwirat, maka Allah melindunginya untuk menjellekkannya hingga dia buku catatan amalnya diberikan."

Berikut Bacaan Surat At-Takwir (Juz Amma) Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Surat At-Takwir

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
iżasy-syamsu kuwwirat
1. Apabila matahari digulung,

وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
wa iżan-nujụmungkadarat
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
wa iżal-jibālu suyyirat
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
wa iżal-'isyāru 'uṭṭilat
4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),

وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
wa iżal-wuḥụsyu ḥusyirat
5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
wa iżal-biḥāru sujjirat
6. dan apabila lautan dipanaskan,

وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
wa iżan-nufụsu zuwwijat
7. dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
wa iżal-mau`ụdatu su`ilat
8. dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
bi`ayyi żambing qutilat
9. karena dosa apa dia dibunuh?

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved