As ad Said Ali Bongkar Sosok Abu Janda Alias Permadi Arya, PBNU Harus Bersikap Tegas, Dia Penyusup!

Abu Janda alias Permadi Arya terus jadi sorotan publik beberapa waktu belakangan ini.Setelah dijerat kasus rasisme diduga terhadap Natalius Pagai, P

Editor: Moch Krisna
Instagram Permadi Arya
Permadi Arya Alias Abu Janda 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Abu Janda alias Permadi Arya terus jadi sorotan publik beberapa waktu belakangan ini.

Setelah dijerat kasus rasisme diduga terhadap Natalius Pagai, Permadi Arya membuat marah umat islam dengan ucapannya.

Ya Permadi Arya sempat menyebut Islam sebagai agama arogan dalam salah satu postingannya.

Sontak hal ini membuat banyak tokoh agama memberikan teguran keras kepada

Mantan Wakil Ketua Umum PBNU, KH. As’ad Said Ali, angkat bicara terkait sosok Permadi Arya alias Abu Janda yang saat ini tengah ramai diperbincangkan publik.

Seperti diketahui, Abu Janda kerap melontarkan pernyataan kontroversial melalui akun media sosial Twitter pribadinya. 

Baru-baru ini, Abu Janda dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh KNPI karena diduga melakukan ujaran rasisme kepada mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

Selain itu, Abu Janda juga sempat mengatakan melalui media sosial pribadinya bahwa Islam merupakan agama yang arogan.

Menanggapi tindakan kontroversial yang kerap dilakukan Abu Janda, As’ad Said Ali menceritakan pengalamannya yang mencari tahu siapa sosok Abu Janda sebenarnya. 

Ketika masih menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Anshor beberapa tahun lalu, As’ad Said Ali mempertanyakan kepada pimpinan GP Anshor tentang Abu Janda.

Itu dilakukannya setelah Abu Janda berbicara tentang Nahdlatul Ulama (NU) di televisi yang dianggap As’ad Said Ali ngawur. 

Menurut dia, Abu Janda merupakan penyusup ke dalam organisasi GP Anshor atau NU. Karena itu, dia kemudian menelusuri Abu Janda yang bisa mengikuti pendidikan kader Anshor atau Banser.

“Kesimpulan saya dia (Abu Janda) penyusup ke dalam Anshor/NU, sehingga perlu ditelusuri kenapa bisa ikut pendidikan kader Anshor/Banser,” kata As’ad dikutip dari pernyataannya di akun media sosial Facebook pribadinya pada Sabtu (30/1/2021).

Dari penelusurannya itu, As’ad menemukan fakta bahwa Abu Janda ternyata tidak memiliki rekomendasi dari cabang atau wilayah Anshor/Banser sesuai dengan persyaratan untuk diterima sebagai peserta kaderisasi.

“Ia (Abu Janda) diterima atas rekomendasi seorang tokoh NU,” ucap As’ad.

Meski tak menyebut nama, menurut As’ad, tokoh NU yang merekomendasikan itu mempunyai pertimbangan dengan prasangka baik dan tidak memeriksa latar belakang Abu Janda.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved