Penanganan Corona
Kasus Covid-19 Terus Melonjak Meski Ada PPKM, Ini Keinginan Presiden Jokowi
Kasus Covid-19, terutama di Jawa dan Bali terus melonjak meski dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Kasus Covid-19, terutama di Jawa dan Bali terus melonjak meski dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
DKI Jakarta, Jabar, Jateng dan Jatim masih menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.
Laporan data Minggu (31/1/2021) misalnya, DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus harian tertinggi yakni 3.474 kasus.
Diikuti Jawa Barat dengan 2.848 kasus, Jateng 1.115 kasus, dan Jatim 856 kasus.
Presiden Joko Widodo mengakui penerapan kebijakan PPKM untuk menekan laju penularan Covid-19 tidak efektif.
Hal itu disampaikan Jokowi melalui video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (31/1/2021).
• Besok Vaksin Pertama Di Lubuklinggau, Kadinkes Nyatakan Vaksin Halal Masyarakat Jangan Takut
“Yang berkaitan dengan PPKM tanggal 11-25 Januari, kita harus ngomong apa adanya ini tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi karena kita memiliki indeks mobility-nya. Sehingga di beberapa provinsi Covid-nya tetap naik,” kata Jokowi.
Ia mengatakan implementasi PPKM yang semestinya membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat tak mampu melakukan kedua hal tersebut.
Karena itu meminta ke depannya implementasi PPKM diperkuat dan para menteri dan kepala lembaga terkait benar-benar mengetahui kondisi lapangannya.
Ia pun mengakui implementasi sejumlah aturan di lapangan masih belum konsisten sehingga banyak aturan yang dilanggar.
“Tapi yang saya lihat di implementasinya kita tidak tegas dan tidak konsisten. Ini hanya masalah implementasi ini. Sehingga saya minta betul-betul turun di lapangan."
"Tetapi juga siap dengan cara-cara yang lebih praktis dan sederhana agar masyarakat tahu apa sih yang namanya 3 M itu,” tutur Jokowi.
• Insiden Masker Luna Maya Nyangkut Bikin Arya Saloka Tak Fokus, Eks Ariel Mulai Keracunan Aldebaran?
“Siapkan juga masker yang memiliki standar-standar yang benar. Sehingga masyarakat kalau yang enggak pakai langsung diberi, (disuruh) pakai, diberi tahu,” lanjut Presiden.
Adapun sebelumnya Jokowi mengklaim pemerintah bisa mengendalikan pandemi Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat PPKM tahap pertama berakhir. Pernyataan Jokowi itu sontak mendapat kritik dari para epidemiolog karena hingga kini kasus Covid-19 di Indonesia masih belum melandai.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Akui PPKM Tak Efektif Tekan Penularan Covid-19"