Berita Lubuklinggau
Penumpang Anjlok, Semua Maskapai Setop Operasional di Bandara Silampari Lubuklinggau
Saat ini semua maskapai yang biasa melayani penerbangan di Bandara Silampari Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) menghentikan sementara layanan
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini semua maskapai yang biasa melayani penerbangan di Bandara Silampari Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) menghentikan sementara layanan.
Terbaru maskapai Batik Air dan Wings Air yang tergabung dalam Lion Group ini mengonfirmasi menghentikan pengoperasian melayani penumpang sampai akhir Januari mendatang.
Artinya sampai akhir Januari mendatang rute penerbangan Jakarta-Lubuklinggau dan sebaliknya termasuk Lubuklinggau- Palembang dan sebaliknya tidak ada penerbangan.
Kepala UPBU Bandara Silampari, Mega Herdiyansah di dampingi Kasubsi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Tri Pono Basuki Wijiyanto mengatakan, penghentian melayani penerbangan tersebut telah resmi disampaikan oleh pihak maskapai.
"Untuk sementara saat ini tidak ada penerbangan sampai akhir Januari, sementara untuk bulan Febuari mendatang kita masih menunggu informasi lebih lanjut," ungkapnya, Kamis (28/1/2021).
Ia menuturkan, tidak mengetahui pasti mengapa maskapai Batik Air dan Wings Air menghentikan penerbangan. Namun, biasanya karena berkenaan dengan tren penumpang yang terus mengalami penurunan.
Awal-awal pasca kembali dibuka tren penumpang di Bandara Silampari sempat membaik. Namun, adanya kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sedikit banyak turut berdampak pada tren penumpang saat ini.
"Kemarin kisaran angka penumpang di Bandara Silampari hari-hari biasa mencapai 60 penumpang, sementara di momen tertentu seperti akhir pekan bisa mencapai 100 penumpang," ungkapnya.
Bahkan, kemarin awalnya untuk Batik Air ada rencana mau terbang tiap hari. Hanya saat itu tren penumpang kembali menurun, bila ada penumpang mereka baru terbang kalau tidak ada penumpang tidak terbang.
Berkaitan dengan aturan baru Kementerian Perhubungan, meski tidak ada penerbangan, UPBU Bandara Silampari masih menunggu intruksi lebih lanjut terkait pemberlakukan alat test GeNose.
Menurutnya sembari menunggu, untuk sementara di UPBU Bandara Silampari belum menerapkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 11 Tahun 2021 tersebut.
"Saat ini layanan test negatif Covid-19 di Bandara Silmpari hanya ada dua yakni rapid test antibody dan rapid test antigent, sementara untuk PCR berlaku sesuai tujuan, kebetulan Bandara Silampari tidak ada rute penerbangan yang mewajibkan itu," ujarnya.
Ia juga menambahkan, bila seluruh pegawai di UPBU Bandara Silampari siap untuk divaksin Sinovac. Termasuk dirinya masuk dalam 15 orang pertama yang akan divaksinasi di Taman Kurma Masjid Agung As-Salam 1 Febuari mendatang.
"Semua karyawan harus siap termasuk saya. Kita tidak boleh menolak Presiden saja di vaksin maka kita harus siap, apalagi bandara ini dibawah kementerian otomatis harus ikut aturan," ujarnya.
Hanya saja, ia mengakui mempunyai penyakit gula (diabetes mellitus), Sehingga nanti sebelum pelaksanaan vaksin akan segera melapor kepada Dinkes Kota Lubuklinggau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/pesawat-saat-mendarat-di-bandara-silampari-lubuklinggau.jpg)