Breaking News:

Dinar dan Dirham Adalah? Jadi Pilihan Investasi Hingga Jadi Mahar Pernikahan

Dinar adalah koin atau keping emas yang pada zaman dulu sering dipakai sebagai alat transaksi. Kini, dinar lebih sering sebagai sarana investasi

Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Warganet saat ini sedang ramai membicarakan Pasar transaksi pakai dinar dan dirham di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Baru-baru ini sedang viral pasar di Depok yang transaksinya menggunakan dinar dan dirham. Apa itu dinar dan dirham?

Dinar adalah koin atau keping emas yang pada zaman dulu sering dipakai sebagai alat transaksi. Kini, dinar lebih sering sebagai sarana investasi ketimbang sebagai alat tukar.

Dinar dalam beberapa tahun terakhir jadi salah satu pilihan investasi logam mulia selain emas batangan dan perhiasan.

Sebenarnya selain dinar, ada dirham yang terbuat dari perak.

Sama halnya dengan dinar, dirham juga banyak digunakan sebagai pengaman aset agar tak tergerus inflasi.

Saat ini, dua keping emas dan perak ini mulai dilirik sebagai alternatif investasi.

Fakta di Balik Viral Pasar di Depok Bertransaksi Pakai Dirham dan Dinar, Buka Sepekan Dua Kali

Bahkan, banyak kalangan yang menggunakan dua koin logam mulia ini sebagai mahar pernikahan, hadiah, hingga pembayaran zakat.

Dinar di Indonesia diproduksi salah satunya oleh PT Aneka Tambang Tbk atau Antam.

Beberapa perusahaan perhiasan emas swasta juga merilis produk koin emas dinar.

Dinar Antam ada dua jenis, yakni dinar Au 91,7 persen atau dinar dengan kandungan emas 91,7 persen (22 karat).

Lalu ada dinar fine gold 99,99 persen atau dinar dengan kandungan emas 99, 99 persen (24 karat).

Untuk beratnya tersedia dari bobot 1 dinar (4,25 gram), ½ dinar, ¼ dinar, 2 dinar, dan 4 dinar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kelebihan dan Kekurangan Investasi Koin Emas Dinar"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved