Pandemi Covid-19 Semakin Gawat Petugas Medis Sampai Harus Cabut Oksigen Dari Pasien Demi Pasien Lain

Pandemi Covid-19 Semakin Gawat, Petugas Sampai Harus Cabut Oksigen Dari Pasien Demi Pasien Lain

Editor: Slamet Teguh
AFP/STR
Seorang paramedis Laboratorium memegang sampel virus di laboratorium Hengyang, Provinsi Henan, China, Rabu (19/02/2020). Data terakhir tercatat korban tewas akibat epidemi virus coronavirus COVID-19 melonjak menjadi 2.112 dan pada Kamis (20/02/2020) ada 108 orang lagi meninggal di Provinsi Hubei, Kota pusat penyebaran yang paling parah dari wabah Corona tersebut. (STR/AFP)/China OUT 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pandemi Covid-19 di Brasil tampaknya semakin gawat.

Bahkan, petugas sampai harus cabut oksigen dari pasien demi pasien lainnya.

Mulai muncul pada akhir 2019 yang lalu.

Kini, hampir diseluruh dunia saat ini masih mengalami pandemi Covid-19.

Namun, pandemi Covid-19 disebut sangat mengkhawatirkan.

Pandemi Covid-19 di Brasil digambarkan seperti wabah abad pertengahan saat pasien 'jatuh seperti lalat' karena kekurangan oksigen.

Relawan medis Brasil di Manuas, yang telah dilanda virus Corona, harus mencabut oksigen dari beberapa pasien Covid sehingga yang lain dapat menerima perawatan yang menyelamatkan nyawa.

Krisis virus korona telah menjadi begitu buruk di satu kota di Brasil sehingga hal itu disamakan dengan wabah abad pertengahan.

Beberapa pasien di Manaus, Ibu Kota negara bagian Amazonas, mati lemas tanpa oksigen karena kekurangan gas.

Brasil sudah menderita dengan menjadi salah satu negara dengan jumlah kematian akibat Covid terburuk di dunia sebelum jenis penyakit mematikan baru muncul di negara itu.

Situasi sekarang sangat kritis di Manaus sehingga pasien dipindahkan ke negara bagian lain untuk menerima perawatan, karena tekanan pada rumah sakit di kota, dikutip Mirror, Selasa (26/1/2021).

Seorang pasien covid meninggal dunia diangkat tim medis diiringi tangisan keluarganya di Manuas, Brasil. Negara ini memiliki jumlah kematian Covid tertinggi kedua di dunia.

Jessem Orellana, dari lembaga investigasi ilmiah Fiocruz-Amazonia, sebelumnya mengatakan beberapa rumah sakit di Manaus telah menjadi seperti semacam ruang mati lemas setelah kehabisan oksigen.

Keadaan menjadi sangat buruk sehingga Venezuela yang bangkrut harus turun tangan untuk menyediakan pasokan oksigen.

Penanganan wabah oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro disalahkan atas angka kematian yang sangat tinggi di Brasil, yang merupakan yang kedua setelah AS.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved