Sudah 10 Orang di Ogan Ilir Meninggal Dipicu Covid-19
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir meminta masyarakat tak main-main menyikapi penyebaran virus Corona.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir meminta masyarakat tak main-main menyikapi penyebaran virus Corona.
Hal ini karena masih banyaknya ditemukan kerumunan warga dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).
"Tidak ada pilihan. Semua, kita dan masyarakat harus bersatu melawan pandemi ini dengan cara disiplin (menerapkan prokes) ketat," kata Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Ogan Ilir, Abdul Rahman Rosyidi kepada TribunSumsel.com, Selasa (26/1/2021).
Rosyidi mengatakan, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan masyarakat agar mau menerapkan prokes yakni tentang keselamatan jiwa.
"Protokol kesehatan atas dasar kesadaran dan keikhlasan semua pihak dengan tidak melanggar prokes dan juga tidak menjaga kerumunan. Karena keselamatan nyawa manusia itu adalah yang paling utama," tegas Rosyidi yang juga Koordinator Prokes Satgas Penanggulangan Covid-19.
Data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, hingga tanggal 26 Januari 2021, tercatat ada 179 orang terpapar virus Corona di Ogan Ilir.
Rinciannya, 153 orang sembuh dan 10 orang meninggal dunia.
"Saat ini ada 16 orang positif Covid-19 yang sedang dalam proses penyembuhan. Ada 14 orang sedang isolasi mandiri dan 2 orang dirawat di rumah sakit," kata Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Ogan Ilir, Sumayati.