Pembangunan Tol Lubuklinggau-Bengkulu Dihentikan Sementara, Ada Penolakan
Pembangunan tol menghubungkan Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu dihentikan sementara. Tol itu adalah rangkaian Tol Palembang menuju Bengkulu
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Lubuklinggau dengan Provinsi Bengkulu saat ini dihentikan sementara.
Tol tersebut merupakan rangkaian Tol Palembang menuju Bengkulu yang total panjangnya jika rampung nanti mencapai 329 kilometer.
Penghentian pengerjaan sementara ini menyusul proses ganti rugi pembebasan lahan di Kota Lubuklinggau saat ini terkendala penolakan warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Lubuklinggau, Acmat Asril Asri mengungkapkan, warga yang menolak tersebut masuk dalam wilayah Kota Lubuklinggau karena terkendala kurang puas dimasyarakat.
"Jadi istilahnya pembebasan lahan masih terkendala. Yang jelas tidak berubah dari rencana semula yang ditetapkan pemerintah pusat," ungkapnyanya pada wartawan, Minggu (24/1/2021).
Ia mengaku kendala penolakan warga ini mungkin karena masalah anggaran, namun, secara pasti ia mengaku tidak tahu karena proyek jalan tol ini merupakan proyek dari pemerintah pusat.
"Tapi mungkin anggaran APBN dialokasikan untuk prioritas lain dulu tahun ini. Jadi sementara yang wilayah konstruksi masih berjalan, kalau untuk Lubuklinggau sendiri tidak ada masalah kita sudah melakukan peningkatan akses penunjang," ujarnya.
Ia mengungkapkan tahun 2021 ini jalur exit tol di Kota Lubuklinggau akan diselesaikan sampai akhir wilayah Air Kati lalu setelah selesai akan dilanjutkan dengan pelebaran bahu jalan.
"Sekarang tinggal permasalahan selesai, kemudian konstruksi dan exit tol sudah dikunci kementerian jadi tidak ada perubahan untuk Lubuklinggau," ungkapnya.
Sementara, anggota Komisi V DPR RI, Edi Santana Putra saat melakukan reses di Kota Lubuklinggau beberapa waktu lalu menyampaikan bila pengerjaan Tol Trans Sumatera dikerjakan dari dua arah yakni dari Bengkulu dan Muara Enim.
"Pengerjaan tol ini saat ini masih berjalan dan dalam waktu dua tahun mendatang rampung dari Bengkulu dan Muara Enim sama-sama jalan, ketemunya nanti di Lubuklinggau," ungkapnya waktu itu.
Menurut mantan Wali Kota Palembang dua priode ini progresnya saat ini sangat cepat, sebab pembangunannya di pantau langsung oleh presiden Jokowi.
"Tapi yang paling utama masalah tol ini adalah pintu keluarnya karena banyak kejadian di beberapa daerah tol ini bermasalah di pintu keluar.
Tapi untuk Lubuklinggau sangat dekat tidak jauh," ujarnya.
Ia menyampaikan, saat ini Trans Sumatera ini sudah mulai nyambung, hebatnya Sumsel ini lintas tengahnya juga ada tol, bukan hanya lintas timur menuju Medan saja.
"Sekarang ke Bengkulu juga karena apabila tidak dibuat tol ke Bengkulu, nanti Bengkulu ketinggalan, bahkan bisa-bisa lebih majulah Lubuklinggau daripada Bengkulu," ujarnya.
Lanjutnya, sama halnya dengan Trans Lampung Palembang saat ini, dulu untuk menuju provinsi Lampung membutuhkan waktu hingga 9 jam lebih, namun saat ini dalam waktu 2,5 jam sudah sampai.
"Sekarang sudah jalan Palembang - Lampung, dampaknya sangat terasa dulu berjam-jam. Saya sudah delapan kali lewat sana memang terasa sangat dekat," ungkapnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-dinas-pupr-kota-lubuklinggau-acmat-asril-asri.jpg)