Berita Palembang

Makanan Tambahan Balita di Posyandu Ditiadakan, Ini Penjelasan Dinkes Palembang

Walaupun tak ada PMT Posyandu tetap berjalan. PMT ini hanya sebagai snack untuk masyarakat yang datang ke Posyandu.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SRI HIDAYATUN
Kegiatan di salah satu Posyandu di Kecamatan Plaju Palembang. Mulai tahun 2021 ini program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu ditiadakan karena dana dialihkan untuk Covid-19. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG - Dinas Kesehatan Kota Palembang memberikan penjelasan terkait dialihkannya anggaran untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Mirza Susanty, SpKKLP saat dikonfirmasi mengatakan program makanan tambahan (PMT) ada dua macam yakni PMT penyuluhan dan PMT untuk anak kurang gizi termasuk ibu hamil.

"Kalau PMT ini memang tidak ada anggaran khusus ini sifatnya juga bukan keharusan," jelas Plt Kabid Kesmas Dinkes Kota Palembang, dr Mirza Susanty, SpKKLP.

Namun, katanya PMT penyuluhan ini biasanya diberikan oleh Puskesmas setempat sebesar Rp 75 ribu per bulan ke posyandu.

"Tahun ini memang dananya dialihkan karena Puskesmas fokus melayani untuk Covid. Beberapa kecamatan juga pelayanan Posyandu ada yang tidak berjalan karena zona merah," jelas dia.

Karena itu, PMT ini tidak lagi diberikan. Namun, yang  pasti PMT penyuluhan ini bukan sebuah kewajiban.

"Walaupun tak ada PMT Posyandu tetap berjalan. PMT ini hanya sebagai snack untuk masyarakat yang datang ke Posyandu," beber dia.

Mirza menambahkan berdasarkan data, jumlah posyandu di Palembang ada sekitar 1.000 posyandu yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada.

"Posyandu ini tempat berkumpulnya balita, ibu hamil dan orang lanjut usia yang termasuk keluarga pra sejahtera," tegas dia.

Sementara itu, Ketua Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Sumsel Sukardi SThI, menyayangkan PMT untuk Posyandu disetop mulai Januari ini.

Menurutnya, justru Posyandu harus tetap dibantu karena posyandu menaungi masyarakat mayoritas pra sejahtera untuk tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang baik, selama masa pandemi.

"Kami menyayangkan. Seharusnya PMT tetap jalan, apalagi sedang situasi Covid-19 seperti ini," kata Sukardi.

Dikatakan FKPI menaungi sekitar 5.000 kader posyandu di Palembang dengan sekitar 900 lebih posyandu di semua kecamatan. Rata-rata setiap posyandu ada 50-60 peserta baik balita, lansia maupun ibu hamil.

Saat berdiri tahun 2019 lalu, Walikota Palembang H Harnojoyo dihadapan Gubernur Sumsel H Herman Deru telah berkomitmen bersama FKPI untuk mendukung pelaksanaan posyandu di masyarakat.

"Saya bingung juga sekarang kok malah PMT nya disetop, komitmen pak Wali bagaimana?" ujarnya lagi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved