Apa Benar Dapat Transfusi Plasma Konvalesen Harus Bayar Rp 2,5 Juta? Ini Jawaban PMI Kota Palembang

Terapi plasma konvalesen sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Terapi plasma konvalesen ini merupakan salah satu terapi

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Prawira Maulana
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terapi plasma konvalesen sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Terapi plasma konvalesen ini merupakan salah satu terapi untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Namun sayangnya untuk mendapatkan plasma konvalesen ini bukanlah hal yang mudah, sebab masih minim pendonor. Selain itu harga sekantong plasma konvalesen dibandorol Rp 2 jutaan.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Palembang dr Silvi Dwi Putri mengatakan, untuk donor plasma konvalesen sediri di UTD PMI Kota Palembang sampai saat ini sudah tercatat 6 pendonor dan masih terus berjalan.

"Untuk pelayanan darah itu sendiri tidak ada pungutan biaya apapun, tapi ada Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) yang kita acu dari UTD Pusat. BPPD ini merupakan biaya operasional untuk mengolah dan menyimpan darah guna mencegah infeksi menular," kata dr Silvi saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Rabu (20/1/2021).

Lalu, kenapa biaya sekantong darah plasma konavalesen ini berbeda dengan darah biasa? Karena metode donor plasma konvalesen ini lebih rumit dari donor darah seperti biasa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk donor plasma konvalesen ini menggunakan alat apheresis yang mana metode tersebut hanya dilakukan dengan proses pengambilan salah satu komponen darah saja seperti plasma.

Lalu selain menggunakan metode apheresis, satu hari sebelum dilakukan pengambilan plasma konvalesen ini pendonor harus diambil sample terlebih dahulu dan dicek ke laboratorium.

Setelah hasil laboratorium tersebut keluar dan hasilnya sesuai, pendonor akan dihubungi kembali oleh pihak PMI untuk kemudian dilakukan pengambilan plasma konvalesen keesokan harinya.

"Sebelum dilakukan donor plasma konvalesen pihak dari PMI sudah memberikan informed consent terlebih dahulu kepada calon pendonor, sehingga tidak ada kesimpang siuran informasi terkait donor plasma konvalesen ini," ungkapnya.

Sama seperti donor darah biasa, setelah donor plasma konvalesen selesai, maka plasma tersebut akan melalui proses pengolahan kembali untuk dicek apakah plasma tersebut lolos tahap seleksi dan bisa diberikam kepada pasien yang membutuhkan.

dr Silvi menambahkan, di UTD PMI Kota Palembang sudah lama menggunakan alat apheresis itu sendiri, sedangkan untuk donor plasma konvalesen dengan metode apheresis ini sudah berjalan kurang lebih 1 bulan.

"Tidak hanya donor sukarela saja, melainkan ada keluarga pasien juga yang datang untuk donor plasma konvalesen untuk pasien keluarga tersebut," katanya.

Untuk keluarga pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen, keluarga pasien tersebut harus menyertakan surat pengantar dari Rumah Sakit (RS) kebagian loket PMI terlebih dahulu sama seperti permintaan darah seperti biasa. Lalu selanjutnya akan dicek kembali untuk ketersediaan stok.

Sementara itu dr Awang Dody Irwanda
yang menjadi salah satu pendonor plasma konvalesen mengatakan, bahwa memang sempat diinfoin bahwa untuk penerimaan donor ada harus bayar berapa, hanya ia tak begitu ingat pastinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved