Berita Palembang
Tak Tentukan Kelulusan Siswa, Ini 3 Poin Tujuan Asesmen Nasional Pengganti Ujian Nasional 2021
Asesmen nasional tidak menentukan kelulusan,tidak ada hasil/mengukur prestasi secara individu tetapi hanya pemetaan hasilnya rapor mutu di sekolah.
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tahun 2021 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional.
Nantinya, Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Karena itu, untuk memberikan pemahaman dan penyamaan pemahaman tentang asesmen nasional ini digelar Workshop oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Se Sumsel di SMA Negeri Plus 17 Palembang, Kamis (14/1/2021).
"Asesmen bukan pengukur atau penentu kelulusan siswa. Asesmen nasional ini adalah pemetaan mutu sekolah yang dirancang untuk memantau dan mengevaluasi sistem pendidikan jenjang dasar dan menengah," ujarnya.
Lanjut dia, dalam asesment nasional ada tiga poin salah satunya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ini dilakukan hanya untuk pemetaan mutu dengan mengambil sample dari SD kelas V, SMP kelas VIII dan SMA kelas XI.
"Sehingga asesmen nasional tidak menentukan kelulusan,tidak ada hasil/mengukur prestasi secara individu tetapi hanya untuk pemetaan hasilnya rapor mutu di sekolah," jelasnya lagi.
Apalagi, lanjut dia saat ini suasana pembelaharan di Indonesia belum memberikan rasa nyaman. Bahkan 41 persen siswa masih merasakan perundungan.
"Anak-anak kita hanya 29 persen pola pikir berkembang. Artinya berkembang segala sesuatu yang ia hadapi mampu ia ubah," katanya.
Ia berharap dari hasil sosialisasi ini, ,bisa tersampaikan kepada tenaga kependidikan di kabupaten/ kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Oleh karena itu, program AKM yang menggunakan teknologi IT, harus disikapi oleh semua pihak dengan meningkatkan kemampuannya. Sehingga pada waktunya akan berjalan sesuai dengan program.
Sementata itu, Ketua MKKS SMA Sumsel sekaligus Kepala SMA Negeri 1 Palembang, Ahmad Moses mengatakan kegiatan sosialisasi asesmen nasional ini pesertanya di ikuti seluruh Ketua Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten/Kota, Provinsi Sumatera Selatan ditambah utusan 2 orang guru sebagai wakil kurikulum.
Tujuan kegiatan sosialisasi asesmen nasional ini sebagai pemetaan mutu untuk satuan pendidikan sebagai bahan refleksi perbaikan kwalitas pembelajaran kedepannya. Dalam asesmen nasional ini ada program merdeka belajar. Ia mengatakan arti merdeka belajar itu adalah kebebasan bagi guru dan siswa dalam hal menggali, memperoleh ilmu pengetahuan di sekolah tidak ada paksaan.
"Jangan sampai orang salah mengartikan. Merdeka itu artinya bukan boleh tidak belajar akan tetapi ada suatu kebebasan belajar dengan tetap mengikuti koridor atau aturan yang berlaku," jelasnya.
Ia mengatakan sebenarnya merdeka belajar ini sudah lama diterapkan di sekolah namun ini menjadi cara baru atau ilmu baru yang disampaikan oleh pemerintah.
"Ini sudah lama kita lakukan dan merdeka belajar ini pun kita rasakan juga selama masa daring ini secara tidak langsung," jelas dia.
Ia mengatakan asesmen nasional ini merupakan hal baru yang perlu disosialisasikan kepada semua guru dan sekolah.
"Jadi kita gelar ini untuk menyamakan persepsi dan pemahaman yang sama. Ketika kni sama maka dengan mudah kita mengajarkan anak disekolah," beber dia. Harapnya, kabupaten/kota memiliki harapan yang sama untuk moto pendidikan di Sumsel.