Vaksin Corona Perdana di Sumsel
14 Nama Pejabat Sumsel Penerima Vaksin Perdana, Kapolda: Ikhtiar Agar Covid-19 Hilang dari Muka Bumi
14 Nama Pejabat Sumsel Penerima Vaksin Perdana pada 14 Januari 2021 mendatang. Gubernur Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, dan pejabat lain
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah mengajukan 14 nama-nama yang bakal divaksin pada 14 Januari 2021.
Untuk vaksin perdana di Sumsel akan dilakukan di Puskesmas Gandus.
"Kita sudah mengajukan 14 nama untuk divaksin perdana di Sumsel. Namun nantinya akan tetap melalu prosedur skrining," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dra. Lesty Nurainy, Apt. M.Kes
Dari 14 nama-nama yang diajukan untuk divaksin pada 14 Januari 2021 di Puskesmas Gandus diantaranya Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M,
Kadinkes Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Apt. M.Kes, Direktur RSUP RSMH Palembang dr. Bambang Eko S. Sp.KJ, MARS, Deputi BPJS Kesehatan Kepwil Sumsel Babel dan Bengkulu Siti Fardia Hanoum,
Kepala Balai BPOM Palembang Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, Ketua IDI Sumsel dr. Rizal Sanif, Direktur RSUD Siti Fatimah Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp.OG, dan Ketua PPNI Sumsel Subhan.
"Kalau saya pada prinsipnya siap divaksin, tapi harus melalui SOP.
Jadi nanti akan diskrining terlebih dahulu apakah boleh divaksin atau tidak, sebab saya punya dua komorbid yaitu hypertensi dan diabetes. Terlebih usia saya sudah mendekati 59 tahun," kata Lesty
Sementara itu Ketua IDI Sumsel dr. Rizal Sanif mengatakan, bahwa ia senang masuk dalam nama-nama yang divaksin perdana.
Sebab menurutnya dengan begitu bisa memproteksi dirinya dan orang lain disekitarnya.
"Mudah-mudahan dengan adanya vaksin ini bisa menurunkan penyebaran Covid-19. Meskipun nantinya sudah divaksin, tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, mecuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak (3M)," kata dr Rizal
Menurutnya, Balai BPOM sudah menjelaskan bahawa tingakat efikasinya 65 persenan, artinya tetap ada kemampuan dan dapat melindungi. Untuk itu diperlukan tetap menerapkan prokes dan mejaga pola hidup sehat.
Lalu Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, M.M mengatakan, bahwa ia siap divaksin.
Alasannya vaksin ini sebagai bentuk ikhtiar agar Covid-19 hilang dari muka bumi ini.
Kemudian Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mengatakan, bahwa ia siap diviaksin dan yakin dengan vaksin yang ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/30-ribu-vaksin-covid-19-buatan-sinovac-sudah-sampai-di-gedung-vaksin-di-palembang.jpg)